

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUKABUMI – Akademisi Sukabumi, Maria Tirta Wiyata menyebut upaya pemerintah Kota Sukabumi dalam menyiapkan jalur sepeda terkesan terlalu terburu-buru sehingga biaya yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dinilai sangat mubazir.
Menurutnya, Upaya uji coba yang dilakukan pemkot sejak tahun 2015 sampai saat ini belum dapat dikatakan berhasil, bahkan investasi yang ditanamkan oleh Pemkot sebagai upaya baik ini belum mampu ditaati oleh pengguna jalan, sehingga mubazir.
“Dari pengamatan yang kami lakukan, Jalur khusus sepeda tersebut masih digunakan sebagai tempat parkir oleh pengemudi roda 4 dan roda 2, padahal sudah ada gambar sepeda di jalur khusus tersebut,” terangnya, 8 Maret 2018.
Selain itu yang sangat disayangkan Pemkot tidak menyiapkan perangkat aturan terlebih dahulu untuk perlanggaran penggunaan jalur khusus sepeda untuk parkir kendaraan, seperti yang diketahui bersama Law enforcement hanya dapat berjalan jika ada perangkat aturannya, dan ada pengawasan dalam pelaksanaannya.
“Diawasi tanpa ada perangkat aturan hanya merupakan kesia-siaan pula. Sementara memaksa masyarakat sadar hukum akan sangat sulit dengan kondisi masyarakat kita yang ada perangkat hukumnya saja masih dilanggar,” jelasnya.
Selain itu yang sangat disayangkan, lanjut Maria tanda dilarang parkir tidak dipasang di sepanjang jalur khusus sepeda, dan baru sebagian ruas saja yang ada. Karena menurutnya hal tersebut sepertinya tidak akan cukup untuk menentukan kualitas ketaatan hukum masyarakat di daerah.
“Ya diharapkan bisa disediakan alat untuk memaksa warga masyarakat taat, dan yang menggunakan jalur khusus sepeda untuk parkir kendaraan dapat dikenakan sanksi sebagai perlanggaran aturan lalu lintas,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Abdul Rachman mengaku telah melakukan peneguran kepada setiap pengemudi melalui petugas di lapangan yang parkir sembarangan dan tidak tepat di zona sepeda.
“Abdul juga akan segera bertemu dengan komunitas sepeda yang ada di Kota Sukabumi, agar jalur tersebut tidak mubazir dan pada jam berapa saja akan di gunakan oleh mereka,” tutupnya.









