Angka Pelanggaran Hasil Operasi Patuh Lodaya 2018 Meningkat

11.578 dibaca


BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT- Angka pelanggaran yang terjadi selama Operasi Patuh Lodaya 2018 yang digelar Kepolisian Resor Garut selama 14 hari, terdapat peningkatan jumlah pelanggaran baik berupa tindakan penilangan maupun peneguran.

Menurut Kasatlantas Polres Garut AKP Erik Bangun Prakasa mengatakan,ada jumlah peningkatan pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat saat digelarnya operasi patuh lodaya 2018 dibandingkan dengan operasi yang sama Tahun 2018.

Advertisement

“Jumlah pelangga lalu lintas yang diberi tilang meningkat sebesar 26 persen. Tahun 2017 lalu, pelanggar yang diberi sanksi tilang sebanyak 2.614 pengendara. Namun tahun ini jumlahnya mencapai 3.292 pengendara,sementara pengendara yang diberi sanksi teguran, dari jumlah tahun lalu sebanyak 1.465, sekarang mencapai 2.175 pengendara. Naik sebesar 48 persen,” jelas Erik Kepada Buana Indonesia Network, Jumat 11 Mei 2018 di Mapolres Garut.

Lanjut Erik,hal ini membuat keprihatikan bagi institusinya atas kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi aturan dalam berkendara, baik dari segi kelengkapan surat surat kendaraan maupun kelengkapan penggunaan kelengkapan berkendaraan dengan menggunakan helm atau sabuk pengaman bagi pengendara roda empat.

“Kami berharap pengendara kendaraan lebih tertib lagi,karena kami melaksanakan operasi ini bertujuan ¬†untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama,Selain itu operasi itu dapat meminimalisasi angka kecelakaan yang disebabkan tidak patuhnya terhadap aturan Undang-undang Lalu Lintas,” pungkasnya.