Apa dan Bagaimana E Catalog Bekerja ?. Baca Ini

10.065 dibaca
Yoana Tri Agustina, Corporate Sales Manager Bhinneka.com memberikan keterangan soal sosialisasi e catalog di Bandung, selasa, 3 oktober 2017

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Kerja sama pemerintah dengan e-commerce secara business to goverment (B2G) dalam sistem e-Katalog, bisa mempercepat katalogisasi produk atau jasa yang akan dibeli oleh pemerintah. Selain itu, e-Katalog akan menjadi instrumen baru dalam menciptakan keterbukaan dan persaingan bisnis yang sehat. Sebab informasi harga menjadi lebih terbuka, apalagi di tengah menjamurnya bisnis e-commerce di Indonesia.

Bhinneka.com sebagai salah satu e-commerce yang ada di proyek e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) giat menyebarkan informasi terkait e catalog lewat melakukan sosialisasi terkait ini.

Advertisement

Demikian dikatakan Yoana Tri Agustina, Corporate Sales Manager Bhinneka.com

” Bandung menjadi kota yang ke 29 dalam rangkaian roadshow kami. Kami mengumpulkan beberapa KLDI ( Kementrian, Lembaga, Daerah dan Instansi ) dimana kini kan peraturan presiden pemgadaan barang dan jasa untuk pemerintah harus melalui e catalog jika barang dan jasa itu harus dalam e catalog. Bhinneka sebagai salah satu penyedia dalam e katalog itu sendiri mengadakan sosialisasi dengan fungsi untuk memaparkan lebih lagi terkait tatacara pembelanjaan kemudian pa yang jadi permasalahan untuk didiskusikan bukan hanya dengan kami selaku penyedia tetapi kami juga mengundang pihak LKPP sebagai narasumber jadi tujuannya sosialisasi ini adalah untuk mempertemukan antara kami sebagai penyedia, kemudian user kami, customer – customer kami, yaitu dari KLDI , juga dari pihak LKPP sendiri yang membantu menjelaskan sesuai prosedur yang berlaku di LKPP sendiri, ” kata Yoana, selasa, 3 oktober 2017

Lanjut Yoana, target sosialisasi sendiri sebenarnya lebih ke arah user atau customer yang mulai mengerti dan memahami tatacaranya.

” Karena di awal peluncuran e catalog itu sendiri, ternyata khusunya di wilayah kabupaten kota, kami selaku penyedia menilai masih banyak pihak-pihak yang belum benar – benar mengetahui tatacara prosesur yang berlaku dalam pembelanjaan e catalog. Karena kan bergeser ke e catalog dari awalnya belanja secara lelang manual sekarang berganti ke pembelanjaan online. Jadi masih banyak kebingungan – kebingunan sebagai user, ” lanjut dia.

E-catalog sendiri menyasar pada LKDI yang menggunakan sumber dana APBN dan APBD

” BUMN sendiri pembelanjaannya masih belum menggunakan e catalog karena pembayaran mereka kan diluar APBN atau APBD jadi sifat anggarannya, jadi kita hanya yang menggunakan APBN dan APBD.

Kalau mengenai harga sebenarnya bunyi perjanjiannya sebagai penyedia dengan pihak e catalog itu sendiri sebenarnya kami harus menawarkan barang-barang yang harganya dibawar harga pasaran. Contoh satu unit notebook di pasaran harga 6 juta di Bhinneka harus dibawah harga tersebut. Itu salah satu syaratnya, ” ucap Yoanna

Saat ini jumlah item yang dipasarkan di e catalog sendiri ada lebih dari 15.000 item dan itu jenis-jenis produknya adalah barang – barang yang sifatnya masih dipasaran.

” Walaupun masih ada barang – barang indent. Karena pemerintah kan pembelanjaannya tidak sedikit, jadi ada yang membutuhkan waktu penyediaan barang – barang yang dipesan, ” jelasnya

Sebelumnya kepala LKPP Agus Prabowo mengatakan, Melalui e-Katalog, pemerintah dapat memangkas waktu dan biaya belanja, karena pembelian dilakukan secara langsung dan harga yang tercantum adalah harga yang terbaik dan sudah diverifikasi.

” Meskipun terdapat selisih harga untuk beberapa produk yang sejenis, pemerintah tidak lagi diharuskan untuk memilih yang termurah selama produk tersebut telah tersedia di e-Katalog,” tuturnya.

Industri e-commerce sendiri tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 lalu menunjukkan, jumlah e-commerce di Indonesia telah mencapai 26,2 juta atau tumbuh 17% dalam 10 tahun.