

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Kementrian Lingkungan Hidup melalui Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, dalam siaran persnya menyatakan bahwa telah menemukan seekor Badak jawa, hewan purbakala warisan dunia yang hanya ada di Kabupaten Pandeglang dalam keadaan mati. Bangkai badak Jawa yang diketahui berjenis kelamin jantan tersebut ditemukan hari Senin, 23 April 2018, oleh petugas Balai Taman Nasional Ujung Kulon di pantai Karang Ranjang, Resort Karang Ranjang, SPTN Wilayah II Pulau Handeuleum, TN. Ujung Kulon yang masuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Wiratno, M.Sc, mengatakan, sejak hari Selasa lalu (24 April 2018), pihaknya bersama Balai TN. Ujung Kulon bekerja sama dengan tim dokter hewan Patologi IPB dan WWF Ujung Kulon, melakukan pendokumentasian dan penyelamatan cula serta bangkai agar tidak terbawa arus.

“Pada pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya luka akibat perburuan, Selanjutnya tim gabungan melakukan nekropsi dan pengambilan sampel (usus, otot jantung dan hati), untuk mengetahui penyebab kematian. Berdasarkan laporan sementara hasil nekropsi terhadap bangkai badak jawa tersebut,” ugkapnya, Kamis 26 April 2018.
Bangkai ditemukan dalam kondisi masih utuh, bercula dan lengkap. Setelah dilakukan proses identifikasi pada bangkai dan pencocokan dengan database badak jawa, dengan ciri khas robekan pada telinga sebelah kiri, diketahui bahwa badak yang mati tersebut bernama Samson (ID: 037.2012) dengan perkiraan umur lebih dari 30 tahun.
“Diperkirakan kematian kurang lebih 3 hari dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya penyakit infeksi dengan pathogen yang bersifat akut,” tambahnya.










