Banjir Bandang Tewaskan 1 Orang, Belasan Mobil dan 6 Rumah Hanyut, Jembatan Putus

67.892 dibaca
Kondisi desa Sukawangi setelah diterjang banjir bandang. Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal akibat terseret arus, enam unit rumah warga hanyut, jembatan putus, dan belasan kendaraan rusak terseret arus. Sabtu petang, 7 April 2018. ( BUANA INDONESIA NETWORK / Acep Mulyana ).

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR -Bencana banjir bandang melanda kampung Catang Malang dan Rawa Eyod rt04/05 desa Sukawangi, kecamatan Sukamakmur, kabupaten Bogor, Sabtu petang 7 April 2018. Akibat kejadian ini, satu orang warga meninggal dunia, enam unit rumah warga hanyut, tiga unit rumah rusak berat, jembatan putus, dan belasan unit kendaraan rusak karena hanyut.

Advertisement

Bencana banjir bandang ini terjadi pada saat curah hujan lebat dan menyebabkan sungai Cisarua meluap, sehingga mengakibatkan banjir bandang.

Camat Sukamakmur, Zainal Ashari, menjelaskan, akibat jembatan ambruk sehingga jalan raya yang menghubungkan Sukamakmur kabupaten Bogor dengan kota Bunga Cipanas abupaten Cianjur terputus. “Sama sekali tak bisa dilintasi,” ujarnya.

Zainal Ashari merincikan, korban jiwa meninggal akibat terbawa arus dalam peristiwa ini bernama Ibu Mar’i, perempuan berusia 70 tahun. Korban yang terseret banjir bandang ini ditemukan di kampung Cibitung rt 01/06 desa Warga Jaya, kecamatan Sukamakmur. “Korban sudah ditemukan pukul 24:45 wib,” katanya.

Rumah hanyut terdapat enam unit milik Entos, Mista, Amir, Olih, Dadang, dan Bodong. Rumah rusak berat milik Diman, Yanto, dan Soma.

Sedangkan kendaraan yang terjebak di lokasi dengan kondisi rusak berat antara lain tiga unit mobil toyota avanza, tiga unit colt diesel engkel, dan delapan unit sepeda motor hilang.

Zainal menegaskan, pemerintah kabupaten Bogor sudah melakukan berbagai tindakan evakuasi terhadap para korban dan memberikan bantuan termasuk mendirikan posko sementara di depan Wisata Curug Cipamingkis.

Proses pencarian korban dan evakuasi juga melibatkan BPBD, tagana, pemerintah kecamatan, TNI dan Polri, pemerintah desa, TRC, TKSK, serta para relawan. Pada Minggu pagi 8 April 2018 dilakukan pekerjaan evakuasi kendaraan serta pembersihan jalan.

Editor : NA