
BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Tak henti-hentinya hujan mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang, telah mengakibatkan bencana banjir semakin meluas. Yang tadinya hanya di 7 kecamatan kini menjadi 11 kecamatan. Banjir itu juga selain merendam rumah warga dengan jumlah 12.142 Kepala Keluarga (KK), telah mengakibatkan kerugian para petani karena sekitar 3.154 hektar sawah yang siap dipanen gagal panen akibat terendam.
Hamdan, Salah seorang petani dari Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, mengaku tahun ini ia telah merasakan gagal panen. Hal itu akibat bencana banjir yang menerjang kampungnya dan telah menghantam sawah miliknya yang sebentar lagi padi yang ditanamnya itu akan dipanen.
“Banjir yang terjadi di kampung saya benar-benar besar, ketinggian airnya saja mencapai sekitar 2 meter. Biasanya sih tidak setinggi itu, baru tahun ini saja banjirnya besar. Selain rumah saya terendam, sawah seluas 2 hektar ada padi yang siap dipanen hancur terendam banjir. Jelas untuk tahun ini saya gagal panen pak.” kata Hamdan, Minggu 12 Februari 2017.

Kepala Desa (Kades) Bojongmanik, Sukri membenarkan, para petani di desanya saat ini sedang galau karena padi yang siap dipanen banyak yang gagal panen akibat diterjang banjir yang terjadi selama empat hari ini.
“Kalau di desa saya itu ada sekitar 400 hektar padi yang siap dipanen telah gagal panen akibat banjir.” ungkap Sukri.
Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana mengungkapkan, banjir yang terjadi selama empat hari sampai saat ini keadaannya belum mengalami surut dan malah semakin meluas dengan total terkena banjir itu 11 kecamatan.
“Kondisi banjir saat ini pasang surut, dan tidak akan surut jika kondisi cuaca masih hujan. Malah saat ini sudah ada 11 kecamatan yang tadinya hanya 7 kecamatan saja yang tekena banjir. Kalau data sementara yang sudah berhasil dihimpun, jumlah total KK yang terendam banjir itu sekitar 12.142 KK dan pesawahan yang terendam sekitar 3.154 hektar.” Pungkasnya.
(Editor: Ekky)










