BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Sepaeang Bayi Kembar terlaihir dengan kelainan diketahuI Bayi kembar tersebut tidak mempunyai lubang anus, Bayi kembar malang tersebut anak ketiga dari pasangan Ibu Priyat dan Topik warga Kampung Cicadas Desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Kamis 28 Mei 2020.
Kebahagian merekapun hancur saat mengetahui sang buah hati Bayi kembar terlahir tidak memiliki Anus, proses kelahiran tersebut beruntung dibantu Bidan Desa, dengan sigap Bidan tersebut langsung membawa Bayi kembar tanpa anus ke RSUD Berkah Pandeglang.
” Namun sesampai di Rumah Sakit pihak RSUD Berkah angkat tangan karena dengan alesan tak ada ahli bedah anak maka dirujuklah ke Rumah Sakit Hermina Serang. Tanpa memikir panjang kamipun langsung membawa anak kami ke RS Hermina menggunakan mobil rentalan hal ini untuk menyelamatkan anak kami,” ungkap Topik sang ayah Bayi kembar.
Sesampai di sana sangat pihak RS Hermina menolak dengan alesan Ruangan penuh dan disarankan untuk ke Rumah Sakit Benggala, tanpa berpikir panjang membawa sang Bayi malang tersebut ke RS Benggala.
” Namun betapa kagetnya kami, pihak RD Benggala siap merawat Bayi tersebut dengan catatan harus membayar biaya sebanyak 30 Juta Cash. Namun uang sebesar itu dari mana kami akhrnya dengan berbagai upaya kaminlakuakn namun nihil ahirnya kami pun membawa pulang buah hayi kami, namun kesehatan sang Bayi semakin menurun maka saya meminta bantuan relawan semoga ada jalan untuk pengobatan anak saya,” kata Topik penuh harapan
Ditempat terpisah kordinator Charity Banten Dkiy Nurmansyah, mendapat keluhan dari pasien relawan terus bergerak membatu Bayi keluarga Topik, Awalnya bayi kembar dengan penyakit sama tak memiliki anus, namun saat perjalanan evakuasi salah satu bayi tersebut meninggal dunia dalam perjalanan.
” kami tidak ingin kehilangan satu bayi lagi yg begitu mungil kita akan perjuangkan untuk kesembuhannya sampai tuntas bersama yayasan sedekah terbuka, kami ucapakn terimakasih kepada semua yang sudah membantu, Yayasan Sedekah Terbuka yang sudah menanggung semua biaya pasien, juga Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang yang sudah bersinergi dengan kami untuk menangani pengobatan masyarakat kurang mampu,” pungkasnya








