Bea Dan Cukai Bandung Kembali Bekuk Kurir Narkoba Yang Disembunyikan Dalam Pembalut

10.351 dibaca
Tunjukan Barang bukti Narkotika jenis Sabu, Bea Cukai Bandung. (BUANA INDONESIA NETWORK/Abby Aditya)

BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA BANDUNG,– IFW (25) seorang wanita warga negara Indonesia asal Pekanbaru, Riau di bekuk  petugas Bea dan Cukai Kota Bandung di Bandara Husein Sastranegara karena kedapatan akan menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu yang disembunyikan di dalam pembalut oleh tersangka. “Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, diperoleh serbuk kristal berwarna putih yang diduga narkotika yang disembunyikan dalam pembalut yang digunakan oleh IFW,” terang Kepala Bea Cukai Bandung, Onny Yuar Hanantyoko di Kantor Bea Cukai Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kamis 12 April 2018.

Pengungkapan tersebut, kata Onny, dilakukan petugas Bea Cukai pada Jumat 6 April 2018 lalu, sekitar pukul 14.00 WIB. Narkotika tersebut dibawa oleh tersangka IFW setelah tersangka turun dari pesawat tujuan Kuala Lumpur – Bandung.

Advertisement

Onny Yuar Hanantyoko menerangkan, pengungkapan tersebut bermula dari hasil analisa pra kedatangan atas penerbangan Malindo Air rute Kuala Lumpur – Bandung. Petugas kemudian melihat IFW yang baru turun dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Setelah diketahui ada dugaan narkotika, kemudian dilakukan uji laboratorium ke BPIB Jakarta. Hasinya, serbuk kristal yang disembunyikan itu positif mengandung narkotika golongan I sesuai UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada Polda Jabar untuk diproses lebih lanjut,” ucapnya.
Onny menambahkan, narkotika seberat 665 gram tersebut jika dirupiahkan senilai Rp 1.3 miliar. Atas pengungkapan tersebut, Bea Cukai berhasil menyelamatkan kurang lebih 4.655 jiwa dari bahaya narkotika.

Tersangka IFW pun dijerat pasal 102 huruf e Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

Dan pasal 113 ayat (2) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berupa pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling banyak Rp10 miliar ditambah 1/3 dari denda paling banyak.

“Keberhasilan ini merupakan aksi nyata Bea Cukai Bandung yang bersinergi dengan seluruh anggota airport interdiction dalam upaya memberantas peredaran narkotika, psikotropika dan prekursor ilegal di Indonesia guna melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaannya,” terang Onny.

Dengan tertangkapnya IFW sudah beberapa kali Bea dan Cukai Bandung menangkap dengan pola berkenalan dari media sosial yang di kendalikan oleh jaringan narkoba internasional,Onny berharap agar kasus seperti ini tidak terulang.

“Kasus seperti ini sudaj berulang ulang kali kita temui,berharap agar warga negara berhati – hati berkenalan dengan orang asing yang memanfaatkan sebagai kurir narkoba” tutupnya.