Begini Detik – Detik Ditemukannya Jenasah Bos Matahari Di Sungai Ciliwung

16.205 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Pendiri Matahari Departemen Store sekaligus pemilik Taman Wisata Matahari (TWM), Hari Darmawan, meninggal dunia cukup tragis, Sabtu 10 Maret 2018. Dugaan sementara, Hari Darmawan tewas karena terseret arus Sungai Ciliwung.

Advertisement

Saat ditemukan oleh tim SAR sekira pukul 06.30 WIB, Sabtu, 10 Maret 2018 pagi tadi, kondisi tubuh Hari  mengalami luka-luka. Mata sebelah kanan terlihat lebam dan mengeluarkan darah di bagian hidung.

Kondisi ini terlihat jelas dalam foto yang diambil petugas kepolisian dari Polsek Cisarua yang menyebar ke media sosial.

Baca juga Geger, Bos Taman Wisata Matahari Meninggal Terseret Arus Ciliwung

Namun hingga pukul 14.00 WIB, belum ada satu pun pihak kepolisian yang memberikan keterangan resmi mengenai kejadian tersebut.

Dari informasi terkini, pada Jumat malam 9 Maret 2018 sekira pukul 21.00 WIB, korban bersantai di sebuah vila miliknya di lingkungan Taman Wisata Matahari yang berada di bibir Sungai Ciliwung. Saat itu, korban minta diambilkan koran dan kopi kepada sopir pribadinya. Ketika sopir pribadinya kembali mengantarkan kopi, korban sudah tidak ada di tempat.

“Informasinya, korban hilang sejak jam 21.00 (WIB), Jumat malam Sabtu. Security di TWM langsung melakukan pencarian di darat, namun tidak ditemukan. Pukul 03.00 WIB Sabtu dinihari, saya ditelepon seseorang untuk diminta bantuan melakukan pencarian korban,” ujar Ketua Satuan Siaga Bencana Haekamtibmas (SSBH), Dillah Holik.

Dillah mengatakan, pencarian terhadap korban terus dilakukan malam itu namun tidak juga ditemukan. Tim menduga korban terbawa hanyut Sungai Ciliwung. Pencarian pun dilanjutkan pada Sabtu paginya.

“Setelah pencarian di darat tidak ditemukan, tim SSBH melakukan pencarian ke Sungai Ciliwung. Pencarian dengan menggunakan dua perahu karet yang dimulai dari tempat start arung jeram Leuwimalang. Dengan memakan waktu 20 menit, jenazah korban ditemukan tersangkut di batu dengan kondisi tidak bernyawa, 500 meter dari tempat hilangnya korban semalam. Dan setelah diketemukan, jenazah dibawa ke RSUD Ciawi,” tutur Dilah.

Sekretaris Dinas BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, membenarkan kejadian tersebut. Jenazah pemilik TWM itu sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ciawi.

“Dari RSUD Ciawi menuju Batutulis Kota Bogor untuk kremasi dan disemayamkan, sambil menunggu keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, pihak manajemen TWM langsung menyebarkan rilis terkait peristiwa tersebut. Teja, manager TWM, mengatakan bahwa setelah disemayamkan, jenazah Hari Darmawan diberangkatkan ke Bali sesuai permintaan keluarganya.

“Kami sangat kehilangan, karena Pak Hari selalu mengajarkan sosial bisnis sehingga sering membantu masyarakat sekitar,” ujarnya.

Hari Darmawan tutup usia pada usia 77 tahun. Hari sendiri lahir di Makassar, Sulawesi Selatan,  pada 27 Mei 1940. Hari adalah seorang pengusaha nasional Indonesia yang merupakan pendiri toko jaringan ritel terkemuka Matahari Department Store dan pemilik TWM. TWM merupakan salah satu lokasi wisata terbesar dan murah di kawasan Jalan Raya Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.