Bupati Garut Ancam Pengembang Pasar Leles Di Blacklist

30.169 dibaca


BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut H Rudy Gunawan merasa kecewa terhadap pengembang Pasar Leles yang telah mengerjakan pembangunannya dengan tidak profesional, di mana pembangunan Pasar Leles yang seharusnya di kerjakan pemenang Tender PT Uno Tanoh Seuramo malah di Sub Kontrak ke Pihak lain tanpa ada pemberitahuan kepada Pemkab Garut.

” Saya sangat marah, kita ditipu Pemborong, Pemborong tidak profesional dan tidak punya modal” cetus Bupati Garut kepada Buanaindonesia, Selasa 26 Februari 2019.

Advertisement

Lanjut Bupati Garut, dampak dari kurang profesionalnya pemborong berakibat pengerjaan pasar Leles menjadi Molor, sehingga mengganggu para pedagang yang berdagang di tempat sementara.

” Berbagai pembangunan di kabupaten Garut harus maksimal dan berkualitas , kalau seperti ini apa jadinya, atas kejadian ini pemborong pasar Leles harus di Black List, dari 26 Milyar yang Pemkab anggarkan baru 16 Milyar, sisanya 10 Milyar untuk melanjutkan pembangunan Pemkab Garut akan melakukan lelang kembali”, terang Bupati Garut.

Sementara itu, dari keterangan Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan perdagangan ESDM Uus R Maulana menerangkan, terungkapnya kisruh yang terjadi dalam proses pembangunan pasar Leles setelah adanya pengaduan warga kepada Pemkab Garut yang merasa dirugikan oleh pemegang tender.

” Ada pengaduan dari pihak Subcon yang belum menerima pembayaran dari pihak pemborong serta tunggakan kepada penyuplai barang dan upah kerja dengan nilai total 1,5 Milyar rupiah”, terang Uus R Maulana.

Dijelaskan Uus, proyek pembangunan pasar Leles sedianya dilaksanakan oleh PT Uno Tanoh Seuramo, tetapi tanpa pemberitahuan ke Pemkab Garut pelaksanaannya dikerjakan oleh perusahaan lain ( Sub kontrak ) dengan beberapa perusahaan.

” Hal ini diketahui setelah adanya kisruh yang terjadi baru – baru ini, di mana pihak sub kontrak merasa dirugikan karena adanya tunggakan pengerjaan yang dinilainya 1.5 M belum dibayarkan” jelasnya.