Bupati Garut Lepas 378 Mahasiswa KKN ITG, Diminta Hadirkan Solusi Inovatif untuk Kemajuan Desa

1.955 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID,  GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut mendorong peran aktif kalangan akademisi dalam mempercepat pembangunan desa. Hal tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat melepas 378 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Garut (ITG) Tahun 2026 di Yayasan Al Musaddadiyah Garut, Jalan Mayor Syamsu, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (27/7/2026).

Advertisement

Dalam arahannya, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Garut dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa dan wilayah terluas ketiga di Jawa Barat masih menghadapi sejumlah tantangan di sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Karena itu, ia menilai keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan karena mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih cepat. Ia berharap para peserta KKN dapat membagikan pengetahuan, memperluas wawasan masyarakat, serta mendorong pemanfaatan teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.

Bupati juga mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung di tengah masyarakat melalui edukasi dan pendampingan, sehingga mampu membantu meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta kemandirian warga desa dengan penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan lokal.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Garut, Hilmi Aulawi, mengatakan sebanyak 378 mahasiswa peserta KKN dibagi ke dalam 17 kelompok yang akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Cigedug dan Cikajang selama periode 27 Juli hingga 29 Agustus 2026.

Ia menjelaskan seluruh program kerja telah disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di lapangan. Berbagai kegiatan akan difokuskan pada penanganan persoalan masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan website desa, digitalisasi UMKM, hingga peningkatan sarana dan prasarana desa.

Hilmi menegaskan para mahasiswa telah dibekali program yang siap dijalankan sehingga dapat langsung bekerja setelah tiba di lokasi KKN tanpa harus memulai dari tahap perencanaan.

Di akhir sambutannya, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik Institut Teknologi Garut, membangun kerja sama yang solid, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama menjalankan pengabdian di desa.