Bupati Garut Menerima Kunjungan Kerja Menparekraf Sandiago Uno

14.501 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bertempat di ruang Pameungkang Pendopo kabupaten Garut, Minggu 22 Agustus 2021, Bupati H Rudy Gunawan menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno beserta rombongan.

Turut hadir mendampingi Bupati Ketua DPRD Garut Hj Euis, Kapolres Garut Akbp Wirdhanto Hadicaksono Dandim 0611/ Garut Letkol Czi Deni Iskandar, Kasi Intel Kejari mewakili Kejari Garut Slamet, Asda 2 Toni Tisna Soemantri.

Advertisement

Usai pertemuan Sandiago Uno menyampaikan, kedatangannya ke kabupaten Garut dalam rangka rencana pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kabupaten Garut.

” Terutama dengan rencana penyelesaian RDTR yang akan kita fasilitasi, sehingga apabila ke depan jalan TOL selesai di bangun, Garut sudah siap untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, berdaya saing, berkualitas dan berkelanjutan” kata Sandiago Uno.

Ungkap Sandiago, Garut sudah lama dikenal dengan daerah yang menjadi tujuan wisata dan salah satunya dengan kedatangan Charlie Chaplin yang sempat menikmati keindahan alam di Kabupaten Garut.

” Bersama pak Ferdi beserta jajaran kiita akan All Out untuk pengembangan wisata dan industri kreatif di kabupaten Garut, karena dari 80% dari penciptaan lapangan kerja ternyata dilakukan sektor Parekraf ” ungkapnya.

Dikatakan Menparekraf, banyak unggulan yang bisa ditawarkan. Saat ini di kabupaten Garut, yang dulu Garut hanya terkenal dengan Dodol, Jeruk dan Domba Garut.

” Sekarang ada beberapa yang bisa di jual sebagai produk unggulan, ada Jaket Kulit, Burayot, Goyobod dan Kopi Garut yang berkualitas Internasional” ucapnya.

Sementara itu Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan selain melakukan pengembangan pariwisata yang masif, pihaknya juga melakukan perlindungan alam berbasis pariwisata.

Menurutnya hal tersebut penting untuk menciptakan keseimbangan antara alam dan objek wisata.

“Hutan diperbaiki secara otomatis, secara reguler melakukan penghijauan
Kami ini sekarang ada 3 juta penanaman pohon baru, dilakukan untuk meremajakan,” ungkapnya.

Rudy menjelaskan saat ini banyak destinasi wisata baru yang mampu menggaet pengunjung dari luar daerah, namun akses jalan menuju tempat wisata tersebut banyak yang belum bisa diakses karena memiliki ruas jalan yang sempit.

“Ada curug kayak Sanghiang Taraje, itu tidak bisa masuk bis, kalo bisa masuk mungkin orang dari Jakarta akan berduyun-duyun datang ke Garut,” pungkasnya.