BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bertempat di gedung pendopo kabupaten Garut, Rabu 17 Maret 2021, Bupati Garut H Rudy Gunawan menutup agenda Musyawarah Rencana Pembangunan ( Musrenbang ) tingkat kabupaten Garut tahun anggaran 2022.
Dalam sambutan penutupannya Bupati Garut menyampaian, terima kasih atas kegiatan Musrenbang yang telah dilaksanakan sejak awal bulan Januari 2021, yang di mulai dari tingkat desa, kecamatan, Forum SKPD sampai terakhir Musrenbang tingkat kabupaten yang dilaksanakan 2 hari kemarin dan hari ini.
” Kami mengundang semua Stakeholder terutama pimpinan dan anggota DPRD kabupaten Garut sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan” kata Bupati Rudy Gunawan.
Tentu sambung Rudy, kita lebih baik lagi dalam rangka menyusun perencanaan pembangunan di kabupaten Garut.
” Alhamdulillah, kabupaten Garut menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai penerima perencanaan pembangunan daerah tingkat provinsi Jawa Barat 2021, sekarang kami menuju penilaian kedua tingkat nasional, tahap kesatu penilaian kita lolos dan menuju penilaian tahap kedua” ungkap Rudy.
Masih kata Rudy, kabupaten Garut saat ini menjadi sorotan, karena Garut 8 kali terus menerus mendapat penghargaan di bidang perencanaan. Kita juga sebagai 1 dari 4 kabupaten dari Kabupaten Bandung, Garut, Bogor dan provinsi Jawa Barat yang mendapat penghargaan nilai terbaik di MCP tahun 2020 dari Komisi Pemberantasan Korupsi.
” Mendapatkan hadiah atas rekomendasi KPK sebesar Rp 8,5 Milyar dalam bentuk Insfrastuktur daerah, tentu ini hasil dari ikhtiar kita semua, bagiamana MCM dari 8 wilayah merupakan bagian yang harus diselesaikan pemerintah daerah diantaranya, menyangkut perencanaan dan penganggaran, yang menyangkut tentang barang dan jasa, manajemen ASN, APIP, Aset Daerah dan dana desa serta pajak restribusi daerah, kita terus melakukan upaya kongkrit ke depan meskipun tantangan semakin hari semakin besar, apalagi APBD kita mengalami pengurangan sebesar 10, tambah 4, ditambah 4 lagi, sehingga ada beberapa kegiatan di 2021 yang tertunda akibat pengurangan dana transfer” tuturnya.
Disamping itu lanjut Bupati, kita mendapat kendala yang berat, kita punya kewajiban untuk mengangkat 1 juta guru.
” Di kabupaten Garut ada 8 ribu, kalau ditambah program itu, kami harus mengeluarkan dana RP 400 Milyar, kalau tidak di dukung dana tranfer, ini juga sebagai laporan kepada pimpinan DPRD bahwa masalah yang terjadi saat ini menyangkut tidak seimbangnya antara jumlah pengeluaran di dalam pengeluaran operasional, disamping itu kita belum mampu untuk mandiri karena PAD kita sangat minim sekali” paparnya.
Terakhir Bupati mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Garut Garut minus 1,3, sedangkan Jawa Barat minus 2,7 dan nasional minus 2,03.
” Jadi kita terima kasih kepada masyarakat pertanian dan di pabrik – pabrik, karena ini bisa menahan laju pertumbuhan ekonomi menjadi minimal kembali” pungkasnya.










