Bupati Garut Resmikan Manasik Haji 2026, Tekankan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas

918 dibaca

 

Advertisement

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT, Garut Kota – Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 resmi digelar di Gedung Pendopo Garut, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, sebagai bagian dari persiapan keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Bupati Garut menegaskan bahwa manasik haji merupakan proses penting yang harus diikuti seluruh calon jemaah. Menurutnya, manasik berfungsi sebagai simulasi agar jemaah memahami tahapan-tahapan ibadah haji secara menyeluruh sehingga dapat menjalankannya sesuai tuntunan.

Syakur juga menekankan bahwa pelayanan haji harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis dan inklusif. Ia meminta agar seluruh pihak penyelenggara memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan, sehingga seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang layak serta penuh penghormatan.

“Semua jamaah haji adalah hamba Allah yang terhormat dan mendapat undangan. Sudah seharusnya kita menghormati tamu-tamu Allah,” ujar Syakur.

Selain itu, ia menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam mendukung penyelenggaraan haji, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah. Sebagai langkah peningkatan layanan ke depan, Pemkab Garut juga telah menyiapkan lahan di wilayah Sukagalih untuk pembangunan Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Garut.

Syakur menyebut pembangunan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat yang memberikan alokasi pembangunan dalam waktu dekat guna meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah di Kabupaten Garut.

“Garut mendapatkan atensi dari pemerintah sehingga diberikan alokasi pembangunan yang segera. Ini penting supaya ke depan pelayanan haji dan umrah lebih baik,” jelasnya.

Bupati Garut pun mengingatkan para calon jemaah agar menjaga kesehatan sejak dini. Ia menilai kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran ibadah haji.

“Fisik harus dijaga dari sekarang, disiapkan. Tapi yang tak kalah penting adalah mental dan semangat untuk melaksanakan ibadah dengan paripurna,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menyampaikan bahwa kegiatan manasik tingkat kabupaten ini merupakan lanjutan dari rangkaian manasik yang sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak empat kali di tingkat kecamatan pada Februari 2026.

Menurut Indra, bimbingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jemaah agar mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah sesuai syariat Islam dan ketentuan perundang-undangan.

“Manasik ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemandirian serta pemahaman jemaah, sehingga seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji sesuai syariat Islam,” ungkap Indra.

Pada musim haji tahun 2026, Kabupaten Garut dijadwalkan memberangkatkan 171 jemaah. Mereka akan tergabung dalam gelombang kedua kloter 22, dengan rencana keberangkatan pada 7 Mei 2026.

Indra juga menginformasikan adanya perubahan embarkasi. Jika tahun sebelumnya jemaah diberangkatkan melalui Bekasi, tahun ini pemberangkatan dilakukan melalui Asrama Haji Indramayu, dengan penerbangan dari Bandara Internasional Kertajati.

“Tahun ini berbeda karena melalui Indramayu, tapi insha Allah semua akan lancar seperti biasa,” pungkasnya.