Bupati Irna Turun Langsung Evakuasi Korban Banjir Rob

18.367 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID Pandeglang – Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung mengevakuasi korban bencana alam Rob Air Laut, Minggu dinihari 23 Desember 2018.

Advertisement

Bupati didampingi Kepala Biro Operasional Polda Banten Kombes A. Roemtaat, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, Dandim 0601 Letkol Inf Fitriana Nur Heru Wibawa, Asda Pemerintahan Agus Priyadi Mustika, Kadis PUPR Girgi Jantoro, Kepala BPBD Asep Rahmat, Direktur RSUD dr. Firman dan Kabag Perlengkapan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Irna Narulita mengungkapkan turut berduka cita atas terjadinya musibah ini. Kata Irna, ini mengingatkan agar terus berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT.

” Semoga Bapak dan Ibu diberi kesabaran dan ketabahan, ini ujian bagi kita semua, mudah – mudahan ada hikmah yang dapat kita ambil dalam setiap kejadian” kata Bupati Irna usai mengevakuasi korban di dua puskesmas, Carita dan Labuan.

Bupati menghimbau, karena curah hujan yang lebat diakhir Desember hingga awal Januari, agar masyarakat selalu waspada.

“Jaga saudara kita dalam kondisi apapun, jika ingin berpergian selalu memperhatikan cuaca yang dinformasikan oleh BMKG,” terangnya

Untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun, Irna akan menurunkan alat berat agar memperbudah dalam mengevakuasi korban,

“Kami sudah turunkan lima loder dan lima eksapator yang dibantu Provinsi Banten,” ujarnya.

Kecamatan Labuhan Desa Cikondang 200 rumah rusak berat, 10 kapal perahu rusak, satu meninggal dunia. Desa Teluk 1 meninggal dunia, 1 belum ditemukan, 200 rumah rusak berat, 300 kapal rusak, 60 warung kuliner. Desa Karanganyar 40 kapal perahu rusak.

Data korban di Puskesmas Carita 250 di Rawat, 6 meninggal dunia, Puskesmas cigeulis, 32 orang dirawat, Puskesmas Panimbang 32 Orang dirawat, 12 orang meninggal dunia, Klinik Tanjung Lesung 19 orang dirawat, Puskesmas Labuan 50 Orang dirawat, dua orang meninggal dunia, 3 orang dirujuk. Puskesmas Cibaliung 70 orang dirawat 30 Luka berat, 40 luka ringan. Puskesmas Sumur 6 orang meninggal dunia. Puskesmas Jiput 21 orang di Rawat, 1 meninggal dunia. Puskesmas menes 14 Orang dirawat, 2 orang meninggal dunia.

Saat ini, beberapa korban sudah berhasil dievakuasi baik yang ada di Puskesmas Carita, Labuan, Jiput, Menes, Klinik Tanjunglesung, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandeglang.

Salah satu korban bencana alam Rob Air Laut asal Tanggerang Selatan April menuturkan kejadian itu sangat cepat sekali dan terjadi dua kali gelombang. Kata dia, gelombang pertama biasa saja, namun gelombang kedua besar sekali.

“Saya saat itu berada di Hotel Mutiara saat gelombamg pertama datang biasa saja, pas gelombang kedua datang sangat besar kamar hotel yang berada dibibir pantai tergusur dan sayapun terpental sambil terguling – guling bagaikan bayi jatuh dari pangkuan ibunya, ” terangnya panjang lebar

Menurutnya, jarak dirinya dengan gelombang kedua kurang lebih 2 meter.

“Saya melihat ombak yang tinggi disertai buih putih yang memcahkan seluruh kaca hotel. Sungguh ngeri sekali, saya harus banyak bertaubat kepada Allah. SWT, “tuturnya.

Masih kata April, dirinya bersama rekannya 38 orang para guru akan berlibur di pantai carita dan menginap di Hotel Mutiara,” Temen kami sepuluh orang belum ketemu, “ujarnya.