Demi Proyek, Makam Bupati Terancam Digusur

10.670 dibaca

KUNINGAN, BuanaJabar.com – Semakin minimnya lahan untuk dijadikan area pemukiman, membuat sebagian pengusaha property mengahalalkan segala cara, tak jarang bahkan diantara mereka berani menyulap pemakaman menjadi sebuah komplek pemukiman.

Hal ini pun terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Namun ironisnya dua makam mantan Bupati Kuningan pun kabarnya terancam kena gusuran, karena diwilayah itu akan dibangun komplek.

Advertisement

Anehnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mengaku tidak mengetahui soal itu, bahkan Kepala bidang kebudayaan Kabupaten Kuningan Yosep Yanuar, mengaku selama ini pihaknya sama sekali tidak tahu mengenai hal itu.

“Sebetulnya kami bukan membiarkan, namun tidak mengetahui. Makanya, dalam waktu dekat ini saya akan menerjunkan tim untuk mengetahui secara jelas ke lokasi makam. Apabila memang makam tersebut merupakan mantan bupati, maka kami akan melakukan pendataan untuk disampaikan ke Balar (Balai Arkeologi) Jabar. Yang namanya makam bersejarah harus masuk ke kategori benda cagar budaya,” ucap Yosep

Yosep mengatakan selama ini pihaknya terus melakukan berbagai kegiatan untuk mengungkap sejarah di masa lampau. Setiap peninggalan sangat berharga untuk mengungkap sejarah.

“Harusnya warga proaktif kalau berhubungan dengan sejarah. Cepat laporkan ke pihak terkait,” katanya.

Sementara mengenai banyak makam yang menjadi permukiman, Yosep mempertanyakan legalitasnya. Sebab, yang namanya lokasi pemakaman adalah tanah desa. Dan kalau dijual tentu melanggar hukum.

“Saya juga heran banyak makam yang kena gusuran karena dijual. Kok tanah makam bisa dijual dan laku,” ucapnya terheran-heran.

Yosep pun menyangkan saat ini banyak warga atau pengusaha yang mengincar makam untuk dijadikan pemukiman. Menurutnya pemerintah harus turun tangan agar tidak ada lagi makam atau situs bersejarah yang dialih fungsikan.