Demiz Optimistis Menang Mutlak di Bogor dan Sukabumi

14.959 dibaca
Cagub Jabar nomor 4 Deddy Mizwar saat blusukan ke Pasar Caringin Kabupaten Bogor, Senin 2 April 2018. Deddy optimistis bisa menang mutlak di Bogor dan Sukabumi.(BUANA INDONESIA NETWORK/Acep Mulyana)

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menyatakan bahwa dirinya optimistis bisa menang mutlak di Kabupaten Bogor dan Sukabumi dalam kontestasi Pilkada tahun 2018. “Persentase kemenangannya sekitar 60 persen,” katanya yang ditemui di Pasar Caringin, Kabupaten Bogor, Senin 2 April 2018.

Advertisement

Optimisme tersebut, kata Demiz, muncul setelah berulang kali bertemu masyarakat di Bogor dan Sukabumi dalam agenda kampanyenya.

Sementara itu, pada awal pekan ini Demiz melakukan kampanye di Pasar Cigombong, Pasar Caringin, dan menemui kasepuhan Cimande. Sedangkan akhir pekan kemarin blusukan di Pasar Cisarua dan Megamendung.

Demiz sengaja pada agenda kampanye kali ini lebih memokuskan di pasar tradisional. Karena, pasar tradisional merupakan tempat berkumpulnya masyarakat untuk bertransaksi.

“Alhamdulillah dari berbagai pasar yang dikunjungi, masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan kami dan mendukung nomor empat,” ungkap Cagub Jabar nomor 4 ini yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi.

Deniz mengemukakan, dari dialog dengan para pedagang dan masyarakat, banyak yang meminta perbaikan pasar tradisional agar nyaman dan tidak kumuh atau becek. Ada pula yang meminta revitalisasi pasar.

“Selain itu, khusus untuk para pedagang sayuran hasil komoditas pertanian, sudah seharusnya di titik-titik tertentu ada pasar induk agar lebih dekat distribusinya, suplainya ke pasar-pasar terdekat baru ke yang lain. Kalau sekarang pasar induk jauh sehingga sulit bersaing karena biaya transportasinya mahal,” katanya.

Di samping itu, Demiz setuju ke depan agar ada kontrol harga-harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat setiap hari. Hal ini untuk mengontrol jika terjadi inflasi. “Ini tanggung jawab setiap pemerintah daerah kota/kabupaten,” ujarnya.