Ratusan Massa Penuhi Halaman Gedung DPRD Jawa Barat Tuntut Pembatasan 1 NIK 3 Sim Card Dihapus.

7.217 dibaca
Ratusan massa dari Kesatuan Niaga Seluler Indonesia (KNSI) berunjuk rasa penuhi halaman gedung DPRD Kota Bandung di jalan Diponegoro. Senin, 02 April 2018. (BUANA INDONESIA NETWORK / Dini Kamilani )

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG –¬†Ratusan massa dari Kesatuan Niaga Seluler Indonesia (KNSI) berunjuk rasa penuhi halaman gedung DPRD Kota Bandung di jalan Diponegoro. Senin, 2 April 2018.

Dalam unjuk rasa kali ini massa menuntut agar pemerintah menghapus aturan pembatasan 1 NIK 3 simcard.

Advertisement

“Ya memang ini masalahnya sangat luar biasa, kitapun tercengang ketika mendengar ada regulasi pembatasan 1 NIK 3 sim card. Ini bahaya walaupun saya tidak menggunakan sebanyak itu dimana jika ada yang memakai lebih dari 3 sim card ini kena sanksi perdata juga,” ungkap koordinator aksi Ajat sudrajat.

Menurut Ajat peraturan tersebut telah melanggar hak asasi manusia, dirinya menilai hal tersebut sewenang-wenang dan tidak pro dengan kehidupan rakyat.

“Saya sudah menyampaikan bahwa adanya regulasi registrasi validasi lita mendukung, tapi untuk pembatasan satu NIK tiga sim itu kita tolak sama-sama, sangat merugikan jadi secara ekonomi temen-temen penghasilannya drop sampai 40% karena pembatasan itu kan masyarakat akan takut dia mau menggunakan lebih dari sim card karena kena sanksi hukum tadi yangbbjsa dikenakan hukum 12 tahun sampai dengan perdatanya 2 milyar.” jelas Ajat

Selain itu dalam aksinya massa juga meminta agar pemerintah harus menjamin keamanan data masyarakat.

“Jadi hari ini minta dukungan saja rekomendasi dari Jawa Barat untuk dukungan penolakan nanti menuju Jakarta,” paparnya.

Selanjutnya aksi akan dilanjutkan di Jakarta dan akan memohon bantuan Presiden Joko Widodo untuk turut serta menyelesaikannya dan mendukung sepenuhnya perjuangan dari kawan-kawan KNSI

“Temen-temen memang sudah mengumpulkan beberapa kekuatan juga sekitar 10.000 untuk nanti berangkat ke Jakarta untuk ke kementerian menkoinfo,” tutup Ajat.