SUKABUMI, BuanaJabar.com -Dari hampir 400 an Koperasi yang ada di Kota Sukabumi, 40 % diantaranya dalam keadaan ‘ Mati Suri ‘. Sementara itu 30 % dari total jumlah koperasi yang ada di kota ini sudah benar-benar tidak aktif. Dibalik itu, justru kini koperasi tidak berijin menjamur di Sukabumi.
Uung Setiawan, Kepala Dekopinda ( Dewan Koperasi Indonesia Daerah ) Kota Sukabumi mengatakan dalam acara Intermadasi koperasi siang ini, Jumat 12 Agustus 2016 .
” Untuk diberikan pengarahan dan motivasi supaya bangkit kembali koperasi yang mati suri dan bisa memberikan kesejahteraan kepada karyawan dan anggotanya. Koperasi yang mati suri di Kota Sukabumi sekitar 40 persen dari 397 koperasi dan tidak aktif 30 persen dan Insya Allah kedepannya Koperasi akan ada pembenahan dengan banyaknya Koperasi bodong yang tidak terdaftar di DEKOPIN,” pungkasnya
Sementara itu, Heri Gunawan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) Fraksi Gerindra, koperasi lebih cocok bagi masyarakat Indonesia , karena orang indonesia relatif terbiasa dengan budaya tolong menolong
” Sesuai dengan Pancasila dan Undang – Undang. Azas kebersamaan , jadi saya harap dengan adanya intermidasi ini koperasi lebih dipakai oleh masyarakat , sebetulnya koperasi sangat membantu dari perekonomian di Indonesia , Karena memang hal ini atau koperasi ini uang rakyat untuk rakyat , kenapa saya bilang begitu karena koprasi adalah uang yang berputar jika orang tau cara menjalankan koprasi itu seperti apa ,” ungkapnya
Lebih lanjut Heri Gunawan berharap, Pemerintah Daerah maupun pusat lebih bisa memperhatikan koperasi
” Untuk sosialisasikan dan mengawal supaya koprasi di Sukabumi lebih ditumbuh kembangkan menjadi lebih baik.” ucapnya.










