Diisukan Dipecat, Aceng Fikri Sebut Kubu Sudding Gak Move On

6.079 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Ketua DPD Jawa Barat Partai Hanura, Aceng Fikri sebut isu pencopotan dirinya sebagai ketua DPD Jabar sebagai langkah blunder dari lawan politiknya di internal partai. Aceng menyebut langkah kubu Suding sebagai langkah pembumihangusan partai Hanura Jawa Barat.

Aceng mengatakan, Hanura Jawa Barat menjadi parameter suara Hanura nasional. Kata dia, wajar jika Hanura Jawa Barat diusik oleh lawan politik.

“Lucu gitu ya. Mereka (Kubu Sudding) itu panik, kehabisan jurus, ke Kemenkumham sudah mentok, gak diakui, di KPU juga sama gak masuk, di PTUN dia kalah, jadi dengan kepanikannya, mereka gak ada lagi. Jurusnya ya bumi hangus. Bagaimana menghancurkan Hanura, karena yang diperhitungkan di Indonesia ini DPD nya adalah Jawa Barat, karena dengan nama sayanya, mereka ya nama saya untuk meng katrol kebesaran nama mereka, jadi lebih besar. Gak masalah, gak ada apa – apa. Mereka takut justru, kita sudah lolos verifikasi, di KPU,memenuhi syarat, DPD Hanura Jawa Barat dan 27 kota Kabupaten, 26 dinyatakan telah memenuhi syarat,tinggal 1 yang on process, insya Allah tanggal 17 diumumkan, kalau saya ceritanya diberhentikan, dicopot, ya saya dicopot oleh siapa. Mereka sengaja untuk bikin blunder di Jawa Barat. Agar stigma yang terbangun di publik adalah Jabar itu kacau. Karena Jabar jadi parameter dari suara di Indonesia. kan gitu. Jadi Jawa Barat diusik. Makanya kan goncang disemua provinsi se Indonesia, kan gitu,”kata Aceng.

Lanjut Aceng, nama dirinya sebagai ketua DPD Jawa Barat Partai Hanura masih sah. Tegasnya, Aceng sebut kubu Suding tidak move on.

“Masa DPP yang ilegal memecat DPD yang legal, jadi dimana rasionalitas politiknya, kan gak ada. Di sipol, di kemenkumham, yang masih sah itu ya nama saya. Mereka kudeta esdogan lah, gak move on,” Papar bekas bupati Garut ini.

Sebagaimana diketahui, perseteruan di Internal partai Hanura semakin meruncing dengan adanya dua kubu yang saling berselisih. Sebelumnya,

Kubu Sarifuddin Sudding memecat Oesman Sapta Odang (OSO) dari jabatan Ketua Umum Partai Hanura. Meskipun demikian, ternyata OSO punya senjata pamungkas untuk melawan. Kubu Sudding pun menggelar Munaslub di Jakarta dan keputusannya memberhentikan OSO karena melanggar sejumlah aturan dan kesepakatan.

OSO tak mau kalah, dirinya mengumpulkan Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Cabang Hanura di kediaman pribadinya, Jalan Karang Asem, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Januari 2018.