Dilanda Hujan Dua Hari, Bogor Digerus Longsor

18.272 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BOGOR – Hujan yang terus menerus menguyur kawasan Kota dan Kabupaten Bogor sejak dua hari terakhir, menyebabkan longsor. Longsor menggerus beberapa lokasi di jalur Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, dan di jalur Bocimi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Senin 5 Februari 2018 sekira pukul 08.30 WIB.

Advertisement

Selain longsor, banjir bandang juga terjadi di sejumlah lokasi. Air meluap ke badan jalan di beberapa ruas jalan kabupaten.

Arus lalu lintas di Jalan Raya Puncak dari arah Bogor ke Cianjur dan sebaliknya ditutup sementara oleh Satlantas Polres Bogor mulai pukul 09.30 Wib. Penutupan dilakukan selama proses evakuasi dilakukan. Kemacetan pun tak bisa dihindari. Demikian halnya di jalur Bocimi, arus lalu lintas dari arah Jakarta ke Sukabumi dan sebaliknya tersendat.

Pantauan menunjukkan, di jalur Jalan Raya Puncak Kecamatan Cisarua titik longsor di antaranya terjadi di dekat Grand Hill Desa Tugu Utara, Perkebunan Teh Gunung Mas Desa Tugu Selatan, dan di sekitar Masjid Atta’awun Desa Tugu Selatan.

Sedangkan di jalur Bocimi, longsor menggerus tebing yang di atasnya berdiri warung-warung nasi di kawasan Pasar Cikereteg, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Longsor menggerus tebing tepatnya di lokasi bekas kecelakaan lalu lintas truk menabrak warung nasi dan menewaskan dua orang sepekan lalu.

Pantauan di lokasi itu, longsor selain menggerus beberapa warung nasi juga menyebabkan sebagian badan Jalan Raya HE Sukma (Bocimi) retak-retak. Kuatir makin melebar, Satlantas Polres Bogor sudah membatasi sebagian jalan dengan penghalang agar tidak dilintasi kendaraan.

Sementara itu, volume air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, sudah dinyatakan status siaga 1. Tinggi muka air mencapai 220 cm yang terukur pada pukul 08.30 Wib. Dan sejam kemudian bahkan mencapai 240 cm. Artinya, penduduk di DKI Jakarta dan sekitarnya diimbau untuk waspada dan siap-siap terendam banjir.

“TMA atau tinggi muka air di Bendung Katulampa terus naik. Pukul 08.15 WIB TMA 180 cm (siaga 2). Berselang 15 menit atau pukul 08.30 WIB naik menjadi TMA 220 cm siaga satu dan sekarang kembali naik, yaitu TMA 240 cm (Siaga 1) dengan cuaca hujan,” ungkap Kepala Petugas Jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman.