
BANDUNG, BuanaIndonesia.com – Media massa ramai memberitakan Walikota Bandung, Ridwan kamil yang dilaporkan ke polisi terkait kasus pemukulan. Atas pemberitaan ini kang emil, Sapaan akrab Walikota Bandung tersebut membantah telah melakukan pemukulan terhadap seorang supir angkutan kota (Angkot).
Ridwan Kami melalui akun twitternya menjelaskan bahwa orang yang disebut-sebut sebagai supir angkot tersebut sebagai anggota pelanggar hukum
“Dia bukan supir angkot, tapi anggota komplotan pelanggar hukum rutin. Dia mau kabur seperti biasa, maka saya cegat “ Twit Kang Emil
Kang Emil juga menyebut bahwa orang-orang ini pernah berkali – kali diingatkan
“Komplotan ini sudah saya ingatkan dengan lisan belasan kali. Sudah di razia Skogar berkali-kali, karena ada oknum aparat jadi beking. Sekarang play victim“
Ditanya apa yang dimaksud dengan pelanggar hukum, Kang Emil menjelaskan bahwa mereka adalah sekelompok orang yang bergantung hidup dari angkutan publik liar
“mobil plat hitam, yang ilegal angkut penumpang sesuka dimana saja. sudah bertahun-tahun melakukan ini.” Ketik Ridwan
Sebelumnya dikabarkan berbagai media massa memberitakan Ridwan Kamil dilaporkan ke polisi terkait pemukulan. Si pelapor yang bernama Taufik Hidayat mengaku di tampar oleh sang walikota.
“Saya menyayangkan karena beliau (Ridwan Kamil) kan publik figur. Dia (Ridwan Kamil) menampar saya tiga kali di muka. Dua kali di perut. kata dia, saya membandel karena ngetem depan shelter” Kata Taufik dilansir salah satu media massa nasional. Hingga kini Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait kasus ini.
Editor: Mi









