Dinkes Jabar Turunkan Tim KLB Untuk Tangani Korban Miras Oplosan

18.953 dibaca
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat saat memberi penjelasan kepada media terkait penanganan miras oplosan Cicalengka. (BUANA INDONESIA NETWORK/Dini Kamilani)

BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA BANDUNG- Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, Pada tanggal 10 April 2018 sampai pukul 13.00 WIB, jumlah korban keracunan miras oplosan di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung tercatat 145 orang dengan jumlah kematian bertambah menjadi 41 orang.

“Langkah dari dinas ya tentunya kita menurunkan tim KLB (Kejadian Luar Biasa), untuk mengetahui persis kasus tersebut langsung ke RS. Cicalengka dan mencari tahu kronologis persisnya kejadiam tersebut dan mendata pasien-pasien yang menjadi korban,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar. Rabu, 11 April 2018.

Advertisement

Saat ini, para korban ditangani oleh 3 Rumah Sakit yaitu RSUD Cicalengka, RSUD Majalaya, dan RS AMC Cileunyi untuk  penanganan awal dan dirujuk ke rumah sakit lain di luar Kabupaten Bandung jika diperlukan.

“Dari data dan keterangan dari masing-masing rumah sakit yang menangani para korban miras oplosan, RSUD Cicalengka, jumlah korban yang ditangani sebanyak 103 orang, jumlah meninggal 31 orang. RSUD Majalaya menangani jumlah korban sebanyak 26 orang dan jumlah meninggal sebanyak 3 orang. RS AMC Cileunyi, jumlah korban yang ditangani sebanyak 16 orang dan jumlah meninggal sebanyak 7 orang. 2. Penanganan,” papar Dodo.

Adapun upaya yang telah dilakukan sampai hari Selasa tanggal 10 April 2018 adalah Penatalaksanaan pasien, Penanganan kegawatdaruratan pasien, Pengobatan pasien untuk detoksifikasi racun

“Pengambilan sampel darah, urin dan muntahan (berkoordinasi dangan polda Jabar) Rujukan bila diperlukan (sesuai indikasi medis), melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka update laporan,” pungkas Dodo.