SUKABUMI, Buanaindonesia.com – Diduga tak lakukan sosialisasi tentang biaya nikah yang dianggap sangat mahal, puluhan massa yang tergabung dalam wadah Forum Sukabumi (FS) geruduk Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, rabu (20/01) kemarin.
Massa menilai kinerja jajaran Kemenag Kabupaten Sukabumi tidak transparan juga tidak maksimal dalam pelayanan pada masyarakat. Massa juga menengarai biaya nikah telah melebihi ketentuan peraturan pemerintah.
“Banyaknya pengaduan dari masyarakat bahwa biaya nikah di Kabuapaten Sukabumi tergolong mahal. Sebab, yang seharusnya membayar Rp. 600 ribu. Malah menjadi Rp. 1 Juta. Untuk itu, kami menuntut pada Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi dalam pembayaran biaya nikah yang tidak sesuai aturan, agar di berikan informasi kepada masyarakat dengan sebenarnya,” kata koordinator aksi Asep BK
Asep juga menyatakan jika Kemenag Kabupaten Sukabumi tidak mengindahkan tuntutan pendemo dan tidak bertindak tegas terhadap permasalahan tersebut, maka pendemo akan melakukan aksi susulan dengan massa yang lebih banyak.
“Kami harap Kemenag Kabupaten Sukabumi harus bertindak tegas dan tidak pandang bulu dalam menangani dugaan kasus pungutan biaya nikah yang disinyalir melebihi ketentuan peraturan pemerintah,dan kami minta para oknum yang memakai pemerintahan agama dalam artian yang memampatkan objek biaya nikah agar ditidak tecgas sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi Hilmi Riva’I menjelaskan, Kemenag Kabupaten Sukabumi mengatakan sangat mengapresasi dengan adanya audensi dari aksi FS.
” Ini menjadi masukan dan kritikan bagi Kementrian agama dalam mengepaluasi pelayanan kepada masyrakat agar lebih di tingkatkan. informasi sekecil apapun tentunya akan menjadi masukan buat kami dalam membangun lebih baik lagi” Kata Hilmi.
Editor : M.I








