Gas 3 Kg Langka, Hiswana Migas: Karena Banyak Yang Hajatan

23.147 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Sejak sepekan belakangan, gas elpiji ukuran 3 kilogram langka di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Masyarakat terpaksa harus mencari hingga ke kecamatan lain, namun tetap saja langka.

Yusman, warga Kecamatan Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, mengaku sudah mencari gas LPG 3 kilogram tersebut, di semua warung maupun agen dan sub agen gas di beberapa kecamatan lainnya.

Advertisement

“Semua warung yang menjual gas 3 kg habis. Istri saya sambil berangkat kerja juga terpaksa bawa tabung gas, siapa tahu di wilayah lain masih ada,” ungkapnya.

Hal serupa dialami Dewi, warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

“Sama disini juga kosong. Untung saja tabung gas yang ada masih penuh dan cukup sampai besok,” ucapnya.

Pantauan menunjukkan, warga yang didominasi ibu-ibu juga antre menyerbu pangkalan agen gas di beberapa Kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Ciseeng, Cibinong, Cigombong, dan kawasan Cileungsi.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Hiswana Migas wilayah Bogor, Bahriun, membenarkan bahwa kelangkaan sudah terjadi sejak sepekan lalu dan terjadi karena beberapa faktor. Antara lain cuaca buruk dan tingginya permintaan.

“Karena kemarin libur panjang ditambah banyak yang hajatan gas jadi langka,” ucap Bahriun.

Namun begitu, kata dia, sejak Senin kemarin Pertamina sudah melakukan operasi pasar di beberapa wilayah di Bogor. “Setiap hari kami akan pasok 3.000 tabung,” kata Bahriun.

Menurutnya, operasi pasar ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. “Membelinya pun harus memperlihatkan KTP dulu, jadi betul-betul tepat sasaran,” kata dia.

Sementara bagi masyarakat mampu, disarankan membeli gas elpiji 5,5 kg dan 12 kg, serta 50 kg untuk hotel dan restoran. “Pertamina menyediakan produk nonsubsidi seperti Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg,” katanya.

EDITOR: WN