BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT -Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Rapat Negeri Tingkat Kabupaten tahun 2020, Selasa 3 Maret 2020 di gedung Pendopo kabupaten Garut.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Garut H Rudy Gunawan, Ketua DPRD Garut Hj Euis Ida , Setda Garut H Deni Suherlan, Kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansah, Dandim 0611/ Garut Letkol Inf Erwin Agung TWA, Kejari Garut Sugeng Hariadi, Ketua Pengadilan Negeri Garut H Hasanudin, Kepala BPN Garut Hayu Susilo, para Asda / Staff Ahli Bupati, SKPD, Camat, Kapolsek / Danramil dan Kepala Desa/ Lurah se – kabupaten Garut
Dalam sambutan pembukaan Rapat Negeri , Bupati Garut menyampaikan bahwa kegiatan rapat negeri ini merupakan salah satu bagian ikhtiar kita untuk pengabdian kita bagi masyarakat Garut.
” Tentunya rapat negeri ini merupakan hal yang penting, karena hari ini kita bertemu di satu ruangan, semua pemangku kepentingan hadir untuk membicarakan sesuatu yang penting terkait pengabdian kita kepada masyarakat, setidak – tidaknya kita laksanakan satu atau dua kali dalam satu tahun” kata Bupati Garut.
Lanjut Bupati Rudy, forum rapat negeri ini adalah forum komunikasi dari pemerintah kabupaten Garut, dari instansi vertikal, dari forum instansi daerah kepada stuktur kebawah hingga ke tingkat desa, perangkat desa serta RT/RW.
” Karena forum ini sangat penting, saya harap tidak ada yang keluar meninggalkan ruangan sebelum rapat selesai, kecuali pejabat utama yang memiliki tugas khusus yang sama penting melaksanakan tugas negara” lanjutnya.
Dikatakan Rudy Gunawan, seperti diketahui kabupaten Garut telah banyak menerima beberapa penghargaan atas prestasi yang diraih, salah satunya baru saja kita mendapat kabar kabupaten Garut meraih penghargaan sebagau kabupaten yang perencanaan terbaik se provinsi Jawa Barat dan akan di uji ke tingkat nasional. Tahun lalu kita berada di Lima besar dan mudah – mudahan tahun ini ada di Tiga besar.
” Yang kedua belum lama ini Kita menerima predikat juara ke satu sebagai kabupaten terbaik dalam penyusunan anggaran dan SAKIP nya memiliki nilai BB dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Menpan RB ) se Provinsi Jawa Barat, prestasi lainnya adalah penghargaan Tiga Belas nasional dalam laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan juara kedua se Jawa Barat kalah sedikit dari Kota Bandung” terang Rudy.
Sambung Rudy, prestasi dan penghargaan itu bukan saja hasil Pemkab Garut saja, tetapi tentunya semua itu hasil kerjasama kita dengan Polres Garut, Kodim 0611/ Garut, Kejaksaan Garut, Pengadilan Negeri Garut, Pengadilan Agama dan Juga Bank Jabar Garut.
” Dari itu semua memang ada yang harus kita perhatikan yaitu kita masih punya PR yang besar yakni masalah Indek Pembangunan Manusia ( IPM ), kita merupakan salah satu kabupaten yang peningkatan IPM nya terbaik se – provinsi Jawa Barat dan tentunya kita bangga atas capaian itu, tetapi karena warisan kita di tahun 2014 IPM kita di angka 62% sampai hari ini kita baru mencapai 66 %, sebentar lagi kita akan kejar lebih tinggi lagi, ini perlu kerjasama yang baik antara seluruh pemangku kepentingan. Saya berharap angka harapan hidup yang di hitung dari kemungkinan hidup suatu bayi dan kemungkinan harapan hidup suatu bayi akan di ukur dari berbagai dimensi, untuk itu saya mengajak para camat ayo mari kita bersama – sama untuk mengingatkan para kepala Puskesmas supaya mereka memberikan perhatian serius terhadap angka kematian bayi dan ibu dengan cara memberikan pendampingan hidup kepada ibu – ibu yang hamil dari keluarga miskin, kita beri obat kalau perlu beri tanda merah dirumahnya sebagai wujud perhatian adanya ibu hamil yang sangat butuh bantuan kesehatan” terangnya.
Sambung Bupati, pihaknya juga berharap guna meningkatkan IPM pendidikan rata – rata lama sekolah juga makin tinggi di kabupaten Garut.
” Ini harus kita usahakan bukan saja secara fentahelix, bukan hanya kewajiban pemerintah saja tetapi kewajiban dunia usaha, perguruan tinggi dan media massa serta stakeholder lainnya” tutur Rudy Gunawan.
Hal lain Bupati menyinggung tentang pertanggungjawaban APBD 2019, APBD 2019 merupakan APBD terakhir dari RPJMD 2014 – 2019.
” Oleh sebab itu, saya memohon kepada para SKPD untuk mempertanggungjawabkan APBD 2019 yang sekarang dalam tahap pemeriksaan BPK, untuk saya akan serahkan laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten Garut untuk diperiksa BPK di bulan Maret ini. Saya berharap laporan pertanggungjawaban keuangan Pemkab Garut yang seharusnya dilaporkan kepada DPRD tetapi harus mendapat pemeriksaan dari BPK , ini mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ) , saya juga berharap di tahun 2019 tidak banyak ada kerugian negara, kalau ada kerugian negara yang diakibatkan oleh tindakan – tindakan baik dilakukan atas kelalaian PPK atau siapapun yang menyebabkan kerugian negara tentu kita perbaiki sistemnya, dan kerugian negara itu dalam 60 hari wajib dikembalikan” tegasnya.
Terakhir ucap Bupati, untuk memperkuat sinergitas tiga pilar yang ada di tingkat kecamatan, Pemkab Garut akan memberikan bantuan hibah yang langsung diterima oleh pihak Polsek, Koramil dan Camat dengan besar anggaran masing – masing Rp. 100 juta. Serta membantu dalam pengadaan kantor – kantor Polsek melalui kordinasi dengan camat di kecamatan.
” Saya sangat mengapresiasi sinergitas tiga pilar yang ada di kecamatan dan desa, terima kasih” ucap Bupati Rudy Gunawan.
“










