BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di penataan Geopark Ciletuh jangan sampai tidak memberikan manfaat pada masyarakat lokal karena tidak memperhatikan aspek ekonomi masyarakat dan aspek lingkungan .

Demikian dikatakan ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi ) Jawa Barat, Dadan Ramdan pada rabu, 6 September 2017
” Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memberikan manfaat baik terhadap lingkungan Geopark Ciletuhnya, terhadap ekonomi masyarakat setempat maupun ataupun dalam kerangka pemberdayaan sosial. Karena ini yang harus kita efektifkan. Anggaran itu. Seharusnya pemerintah provinsi men sinergikan antar sektor ini. Sepertinya ini yang belum terjadi.
Selama melakukan amatan 4 tahun terakhir, Walhi tidak melihat upaya maksimal dari pemerintah provinsi Jawa Barat melibatkan masyarakat lokal dalam penataan Geopark Ciletuh.
” Kami mendorong pariwisata berbasis komunitas, dimana pertama dari aspek ekonomi bisa memberi manfaat ekonomi yang lebih pada masyarakat. Asetnya bukan milik para pengusaha, tapi asetnya milik masyarakat. Tanah itu bukan dibeli oleh perusahaan, tapi ada saham berupa aset tanah yang kemudian dikontribusikan pada masyarakat untuk pengembangan wisata, sehingga masyarakat setempat punya saham terhadap pariwisata itu sendiri. Jadi tidak ada pembelian tanah oleh pengusaha pariwisata . Lalu yang kedua ada peningkatan kapasitas bagi masyarakat disana, harus ada pelatihan – pelatihan, harus ada upaya edukasi, harus ada pemberdayaan, agar juga mereka siap. Ketiga, sharing benefit juga harus terkontribusikan pada masyarakat, bukan hanya milik pemda dan bukan hanya pada mayoritas pada oengusaha – pengusaha yang ada. Secara teknis, penataan juga bisa menyentuh rumah – rumah warga disana, bagaimana nantinya warga disana bisa melayani wisatawan setelah mendapatkan peningkatan kapasitasnya, ” ucap Dadan










