Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan

70.493 dibaca

Buana Indonesia Network coba menelusuri jjejak Ursone dan keluarganya di tanah Priangan. Bukan tanpa alasan kami tertarik menulis soal keluarga ini. Meski bukan asli anak bangsa ini, keluarga Ursone terkenal dengan kedermawanannya. Dengan senang hati, mereka menyerahkan tanah yang berupa sebuah bukit untuk dijadikan tempat berdirinya peneropongan bintang yang salah satunya digagas K.A.R. Bosscha. Rumah Ursone adalah salah satu peninggalan keluarga pengusaha sapi itu di Lembang. Tak sampai disitu, keluarga Ursone sangat erat hubungannya dengan tanah priangan.

Baca : Jurus Ampuh Jadi Pengusaha Sukses

Banyak versi soal keluarga Ursone. Satu versi menyebut Keluarga Ursone adalah satu-satunya keluarga berkebangsaan Italia pertama yang menetap di tanah Priangan pada tahun 1880. Keluarga Ursone terdiri dari empat orang bersaudara yang pergi merantau ke Hindia Belanda dan kemudian menetap di Lembang. Versi lain menyebut Dua Ursone tidak menikah hingga akhir hayat. Satu Ursone jatuh cinta pada wanita lokal dari sebuah kampung di belakang Jalan Braga, Nyi Oekri namanya. Karena tak mendapat keturunan, mereka mengadopsi anak perempuan.

Advertisement

Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan

Fakta lain ialah, di Mausoleum Ursone ( Mausoleum adalah bangunan yang memiliki ruangan yang didalamnya disimpan satu atau lebih jenazah didalamnya) yang berada dikomplek pemakaman Pandu ada 8 nama yang tercantum disana.  Kedelapan nama tersebut adalah A.C. Ursone v Dijk, A. Ursone, Antonio Domenico De Biasi, Dr. C. G. Ursone, G.M. Ursone, J. A. G. van Dijk, M. G. Ursone dan P. A. Ursone.

Ursone Dari Sudut Pandang Sejarawan

Ursone Bersaudara (foto doc : Keluarga Ursone)

Apabila Anda Selalu Gagal  Dalam Jalankan Bisnis, Klik Untuk Ikut Reprograming Ini, Gratis.

 

Bandung sudah terkenal sebagai penghasil susu sapi terbaik sejak akhir abad 19. Hasil produksi para peternak Bandung ini menyebar karena salah satunya menjadi hidangan bagi para pejalan yang menggunakan Jalan raya Pos. Di sekitar tahun 30-an, BMC menampung sekitar 13.000 liter susu per hari yang diperoleh dari 22 perusahaan di kawasan Bandung, termasuk perusahaan Ursone. Dari 30 ekor sapi yang menghasilkan 100 liter susu per hari di awal berdirinya perusahaan, kemudian mereka mempunyai sekitar 250 ekor sapi yang menghasilkan ribuan liter susu per hari di dekat akhir kekuasaan Belanda di Nusantara, awal tahun 40-an.

Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan

Keluarga Ursone adalah satu-satunya keluarga berkebangsaan Italia pertama yang menetap di tanah Priangan pada tahun 1880. Keluarga Ursone terdiri dari empat orang bersaudara yang pergi merantau ke Hindia Belanda dan kemudian menetap di Lembang. Keluarga Ursone adalah peternak sapi perah di kawasan Lembang dan juga menjadi “leveransir” (supplier) susu sapi utama untuk Hotel Savoy Homann Bandung.

Saat hijrah ke tanah Priangan keluarga Ursone memulai karirnya sebagai peternak sapi perah yang kemudian diambil susunya. Peternakan sapi milik keluarga Ursone dimulai sejak abad ke-20 pada tahun 1895. Dari hasil usaha tersebut keluarga Ursone mampu membangun perusahaan susu yang bernama Lembangsche Melkerij Ursone yang saat itu terkenal se Hindia Belanda sebagai penghasil susu terbaik dengan kualitas tinggi.

Saat mengawali karirnya keluarga ini hanya memiliki 30 ekor sapi perah yang didatangkan langsung dari daerah Friesland di negeri Belanda. Dalam waktu yang sangat singkat sapi yang dimiliki oleh keluarga ini berkembang pesat hingga mencapai 250 ekor sapi perah. Produksi susu yang semula hanya 100 botol per hari pun bertambah menjadi ribuan liter setiap harinya.

Produksi susu yang melimpah ini kemudian di tampung pada badan usaha gabungan para peternak dan pengusaha susu yang memiliki fasilitas pengolahan modern dan jaringan distribusi yang lebih luas, yang bernama Bandoengsche Melk Centrale (BMC) dan berlokasi di belakang Masjid Al Ukhuwah samping Balai Kota. Hingga kini Bandoengsche Melk Centrale (BMC) masih tetap beroperasi dan ditempat itu hadir sebuah café ternama dengan susu sebagai menu andalannya.

Hari pertama penelusuran 

Senin, 26 Februari 2018, Muchamad Rizky Fauzy dan Dinni Kamilani, Kontributor Buana Indonesia Network Di Bandung Jawa Barat, menelusur jejak keluarga Ursone dari peninggalannya di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Berbekal informasi awal bahwa bangunan salah satu rumah peninggalan keluarga Ursone akan diruntuhkan dan dibangun sebuah  Hotel.

Menginjakkan kaki untuk kali pertama, ada aura yang berbeda disana. Megah, luas dan penuh misteri berkecamuk campur tanya dibenak kedua kontributor kami. Waktu saat itu menunjukkan pukul 09.00 pagi.

“ Kami mencoba bertanya untuk memastikan mengenai lokasi Rumah Ursone pada satpam yang sedang berjaga yang kebetulan satpam tersebut ialah penjaga Rumah Ursone tersbut, ketika kami mulai bertanya mengenai Rumah ursone tersebut dan bilang memperkenalkan diri  media massa, seketika raut muka Satpam berubah, mereka berusaha menelisik dengan pandangan penuh curiga pada kami. Jelas sekali kedatangan kami tidak mereka sukai, ‘Tidak bisa, karena belum pernah ada yang boleh masuk media mana pun,’ begitu jawab petugas keamanan itu pada kami. kami pun terus coba bertanya kepada satpam yang sedang berjaga untuk menggali informasi dan Dini mencoba meminta izin kepada satpam yang berjaga untuk mengambil gambar dari luar pagar sekitaran Rumah Ursone tersebut, itu pun tidak mudah,” kata Rizky.

Kontributor kami, Rizky Sempat bertanya jumlah salah satu penjaga Rumah Ursone itu.

Rumah peninggalan keluarga Ursone di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Salah satu dari mereka menjawab Jumlah satpam yang ditugaskan untuk menjaga Rumah Ursone tersebut berjumlah 7 orang dan kebetulan yang 4 sedang di dalam. Saya terus menggali informasi pada petugas keamanan bernama Ade itu, ketus sekali jawabnya, cukup tidak tau, “ tutur Rizky.

Menelusuri Jejak Ursone Di Tanah Pasundan

Setengah mendesak, saya mencoba meminta Izin kepada petugas keamanan itu untuk masuk ke area rumah Ursone itu.

 “Udah dapet izin dari sana (menunjuk ke arah sebuah bangunan yang kemudian kami ketahui sebagai kantor)? Tanya petugas keamanan itu,   Sudah, jawab saya. Disana ada beberapa bangunan yang terlihat sudah tidak lagi terawat, didalam area itu ada beberapa petani yang sedang beraktivitas, kami coba tanya mereka, namun sepertinya mereka ketakutan. Tak lama kami berbincang, beberapa petugas keamanan kembali menghampiri kami dan mengusir kami. Keadaan saat itu tegang. Pertama yang saya fikir adalah menyelamatkan rekaman dan foto –foto yang kami dapat, “ Ujar Rizky.

Kedua Kontributor kami tak habis pikir, mengapa tempat itu dijaga sedimikian ketat. Apa yang mereka sembunyikan ?

Simak cerita soal Jejak Ursone di Fokus edisi selanjutnya

 

Tim Peliput :