
BUANAJABAR.COM, CIREBON – Peringatan hari anti korupsi dunia, ratusan massa Aliansi Cirebon Bersih yang terdiri dari gabungan LSM dan Ormas kabupaten Cirebon mendatangi kantor DPRD kabupaten Cirebon, Jum’at 09 Desember 2016.
Dalam aksinya, Aliansi Cirebon Bersih, menyampaikan “Petisi 912” di depan kantor DPRD kabupaten Cirebon.
Isi petisi tersebut ialah, pertama, DPRD kabupaten Cirebon agar segera membentuk pansus RS.Arjawinangun Gate. Kedua, Polres Cirebon harus segera menuntaskan kasus gratifikasi tenaga honorer di RS. Arjawinangun. Ketiga, Badan Kehormatan DPRD kabupaten Cirebon agar segera memberi tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan terhadap oknum anggota dewan yang telah melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada pegawai RS. Arjawinangun yang bernama Rahmat. Kempat, Polres Cirebon harus menuntaskan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD kabupaten Cirebon terhadap Rahmat. Kelima, Polres Cirebon harus segera mengungkap dan menangkap aktor intelektual dibelakang ormas Pemuda Pancasila dan LSM Al Jabar, terhadap jama’ah istigoshah yang terjadi pada hari Senin 28 November 2016 di halaman kantor Bupati Cirebon.

Massa Aliansi Cirebon Bersih merupakan gabungan yang terdiri dari Kompak (Komunitas Masyarakat Anti Korupsi), Grib (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu), Laskar Merah Putih, GPSC (Gerakan Pemuda Solidaritas Cirebon), WCTB (Wong Cirebon Timur Bersatu), Fordisma Untag (Forum Diskusi Mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus Cirebon) ,PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia, KCBI (Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia, Barisan Anak Indonesia Satu (LSM Bais) dan GBR (Garda Bangsa Reformasi). Massa tersebut menegaskan akan melakukan aksi unjuk rasa kembali sampai semua tuntutannya terealisasi.
(Editor: Ekky El Hakim)











