Hadir Dalam Acara Pentas Seni SMPN 1 Garut, Ini Amanat Kadisdik Garut.

22.318 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Menghadiri acara Pentas Seni yang diselenggarakan oleh SMPN 1 Garut, Kamis 2 Mei 2019, Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong menyampaikan pentingnya rasa memiliki sekolah bagi siswa, komite dan orang tua siswa.

” Sekolah ini bukan hanya milik Pemerintah saja, peran Komite, orang tua murid dan siswa sangat diperlukan pula guna meningkatkan kualitas pendidikan”, kata Totong dalam sambutannya.

Advertisement

Masih kata Totong, Sekolah SMPN 1 Garut merupakan sekolah dengan kualitas yang sangat baik, untuk itu perlu kebersamaan dari semua pihak dalam mempertahankan kualitas sekolah yang ada saat ini, baik dari segi pembelajaran, keagamaan dan sarana prasarana sekolah.

” Tahun ini Pemkab Garut akan membantu membangunkan kelas baru, saya meminta Komite dan orang tua murid membantu bersama mengembangkan sarana dan prasarana sekolah ini” ajak Totong.

Dalam membangun pendidikan karakter siswa sambungnya, saat ini Pemkab Garut menggulirkan beberapa program karakter siswa, diantaranya gerakan Embun Pagi, Calakan, Heman, Tulaten, kayungyun dan ngariksa sakola.
Dengan titik sasarannya yaitu :

Gerakan Embun Pagi untuk mewujudkan harmoni dan empati serta simpati dengan warga sekolah melalui pendidikan Karakter.

Gerakan Calakan melalui pemerataan akses dan mutu dengan pemenuhan 8 standar nasional pendidikan

Gerakan Heman melalui optimalisasi kompetensi pendidikan dan tenaga kependidikan.

Gerakan Tulaten melalui peningkatan kesadaran orang tua dan masyarakat untuk mewujudkan rumah sebagai sekolah kedua.

Gerakan Kayungyun melalui peningkatan profesionalisme ASN lingkungan Dinas Pendidikan.

Gerakan Ngariksa Sakola melalui partisipasi bersama Pemerintah, masyarakat dan orang tua serta dunia industri.

Terakhir Kadisdik menyampaikan amanatnya terkait kelulusan siswa, dimana dirinya menyarankan kepada siswa untuk tidak melakukan konvoi dijalanan apalagi sampai coret – coretan, sebaiknya justru digunakan sebagai moment yang bermanfaat.

” Lebih baik digunakan untuk berdoa dan bersyukur atas kelulusannya atau melakukan bhakti sosial sehingga bermanfaat, dan lebih penting lagi harus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, apabila kegiatan konvoi masih dilakukan, Disdik Garut akan memberikan sanksi kepada sekolah yang bersangkutan”, tegas Totong.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 1 Garut Aceng menyatakan kesiapannya dalam menerapak program gerakan yang di gagas oleh Dinas Pendidikan Garut.

” Sebagian program gerakan itu telah diterapkan di SMPN 1 Garut ini, tentunya ini gerakan yang sangat positif dalam membangun siswa menuju pendidikan berkarakter” ungkap Aceng.