BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG –
Musim kemarau yang terjadi saat ini mulai dirasakan dampaknya oleh para pedagang pasar tradisional di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Salah satunya adalah bahan pokok cabai kriting dan cabai rawit yang kian hari terus merangkat naik.
Hasil pantauan Media BI di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pandeglang- Banten, seperti Pasar Labuan, Pasar Panimbang dan Pasar Cibaliung, harga cabai rawit naik hingga mencapai kisaran Rp 60.000 per kilogram, dari sebelumnya harga cabai rawit hanya mencapai kisaran Rp 40.000 per kilogram rata-rata kenaikan pada kisaran sebesar 30 – 50 %. Sementara harga cabai kering hingga saat ini masih tetap bertahan diharga Rp 60.000 per kilogram menjadi Rp 70.000 per kilogram, Tingginya harga cabai keriting dibanding cabe rawit, terjadi cukup lama. dan terhitung sejak bulan Mai hingga saat ini.
” Sebelumnya cabai rawit harganya masih dikisaran Rp 40. 000 per kilogram, dan hari ini sudah naik menjadi Rp 60.000 per kilogram,” kata Siti Aminah , Jumat, 5 Juli 2019.
Dikatakannya, kenaikan harga berpengaruh pada pendapatan sehari-hari, karena kian hari dirasakan pelanggan terus menurun tidak seperti biasanya sebelum adanya kenaikan. Dalam sehari para pedagang bisa mengeruk keuntungan lebih. bahkan penjualan hingga mencapai sebanyak 10-20 kilogram.
” Sebaliknya, kini para pedagang hanya mampu menjual cabai rawit sebanyak 5 kilogram dalam sehari di tambah pelanggan yang biasanya membeli satu kilogram, setelah tahu harganya naik akhirnya hanya membeli setengah kilogram saja.” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit akibat stok cabai dari petani berkurang. Pada musim kemarau saat ini. para pedagang kesulitan untuk memperoleh barang tersebut dari petani.
” Kami membeli dari pengepul dan harganya sudah mahal harga cabai rawit Rp 55.000 per kilogram,” tambahnya.
Dilokasi yang sama Mariah, pemilik rumah makan asal panimbang menuturkan keuntungan yang ia peroleh berkurang akibat harga cabai rawit terus merangkak naik.
” Iya sih, kalau di rumah makan saya nggak berani naikin harga jadi harga tetap sama, hanya keuntungan saja berkurang,” Jelas Mariah.
Meskipun begitu sambungnya, harga seporsi makan tetap sama, karena hal tersebut mau tidak mau dilakukan demi menjaga pelanggannya.
” Sebelumnya saya membeli cabai rawit paling hanya kisaran harga Rp 40.000 per kilogram Namun sekarang harga segitu tidak dapat lagi akhirnya apa boleh buat karena kebutuhan terpaksa saya beli,” jelasnya.










