BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Memasuki hari keempat pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat (speedboat) yang hilang kontak di sekitar perairan Anak Gunung Krakatau, Senin (7/9), operasi Search and Rescue (SAR) gabungan terus dilakukan.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani memantau langsung proses operasi SAR gabungan terhadap hilangnya lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut di Dermaga Marina Carita, Jumat 11 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Raden Dewi Setiani menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pandeglang terus memberikan dukungan terhadap seluruh proses pencarian dan berharap delapan orang yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Kami terus memberikan dukungan penuh terhadap tim SAR gabungan yang melakukan pencarian. Kami berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” ujar Dewi.
Menurutnya, pencarian di wilayah perairan membutuhkan kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak, mengingat kondisi cuaca dan luasnya wilayah pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
“Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini. Mudah-mudahan ikhtiar yang dilakukan membuahkan hasil dan seluruh korban segera ditemukan,” katanya.
Dewi juga meminta keluarga korban untuk tetap bersabar dan mendoakan proses pencarian dan mendoakan agar kelima jurnalis dan 3 kru kapal bisa segera ditemukan dalam kedaan selamat.
Sementara itu, Kasubsie Operasi Basarnas Banten, Rifky Dwianto, S.E., menegaskan bahwa operasi pencarian memasuki hari keempat dan masih terus dilakukan secara intensif.
“Memasuki hari keempat, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal terus dilakukan. Hari ini kami akan fokus melakukan penyisiran di wilayah Pulau Sertung,” tegas Rifky.
“Mohon doanya, kita terus berupaya melakukan pencarian, mudah – mudahan hari ini ada titik terang kita bisa menemukan mereka dalam keadaan sehat dan selamat, “pungkasnya.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah area yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan delapan orang yang hingga kini masih belum ditemukan.








