Ini Penampakan Fasilitas Baru yang WOww Argo Parahyangan

28.485 dibaca
Penampakan baru dari kereta Argo Parahyangan.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG -Melonjaknya permintaan transportasi KA yang signifikan untuk perjalan Bandung-Jakarta maupun sebaliknya, PT Kereta Api lndonesia (persero) melakukan penambahan perjalanan KA Argo Parahyangan yang mulai beroperasi pada hari Selasa tanggal 27 Februari 2018 dengan kapasitas penumpang sebanyak 400 tempat duduk per rangkaian (trainset), yang terdiri dari delapan kereta eksekutif, satu kereta makan (restorasi), dan satu kereta pembangkit. 

Advertisement

Kereta Api tersebut akan menambah jadwal keberangkatan KA perjalanan Jakarta-Bandung pulang pergi (PP) yang sebelumnya rata-rata 18 perjalanan sehari di weekday (Selasa-Kamis) menjadi 22 perjalanan. Dan 24 perjalanan PP sehari pada weekend (Jumat-Senin) menjadi 28 perjalanan. Dengan adanya penambahan jadwal ini, volume rata-rata penumpang KA Argo Parahyanganper hari naik sebesar 15,3% dari yang semula 10.432 orang menjadi 12.032 orang.

Rangkaian yang digunakan untuk KA Argo Parahyangan tersebut merupakan armada baru dengan bodi stainless steel yang lebih tahan karat dan cat stripping yang minimalis. Berbeda dengan bahan yang selama ini dipakak KAI, yakni mild steel. Kereta produksi PT Inka tersebut adalah bagian dari program regenerasi sarana kereta yang sudah tua. KAI akan mendatangkan total 438 kereta yang terdiri dari 38 trainset (rangkaian KA) dengan rincian 210 kereta eksekutif, 150 kereta premium, 39 kereta makan dan 39 kereta pembangkit yang direncanakan datang mulai Februari 2018 sampai dengan Maret 2019.

Selain tampilan luar yang tampak sangat berbeda, di bagian interior pun, KAI menyematkan berbagai fasilitas yang akan memanjakan pengguna setia KAI. Salah satunya adalah jumlah toilet di masing-masing kereta/gerbong yakni sebanyak dua buah yang terletak bersebelahan. Di KA Argo Parahyangan ini semua toilet adalah toilet duduk. Penumpang pun bisa mengetahui apabila toilet dalam keadaan kosong ataupun terisi dengan adanya indikator di pintu toilet maupun di papan informasi elektronik yang menempel pada dinding kereta di dekat toilet.

Para pelanggan setia KAI juga semakin nyaman dengan adanya sandaran kaki yang lebih fleksibel, lampu tidur dan baca, meja mini yang bisa dilipat di sandaran tangan, serta bagasi kabin yang ada pembatasnya untuk tiap-tiap penumpang.

Untuk kebutuhan multimedia, KAI juga meng-upgrade layar monitor untuk tayangan-tayangan hiburan di atas KA. Sebanyak empat buah layar monitor terpasang di dalam setiap kereta. Dua unit monitor berukuran 32 inci terpasang di ujung depan dan belakang, serta dua layar berukuran 19 inci menggantung di langit-langit kereta.

Penambahan fasilitas lain yang menonjol adalah adanya lubang audio jack di setiap tempat duduk. Fungsi dari audio jack ini sendiri adalah untuk mendengarkan tayangan yang sedang diputar di monitor dengan memasukkan earphone/headset. Fasilitas ini diberikan KAI untuk memenuhi privasi setiap penumpang akan suara yang keluar dari tayangan monitor tersebut. Sebab, tayangan monitor tidak mengeluarkan suara dari speaker layaknya yang terdapat pada KA-KA yang terdahulu. Meskipun begitu tidak ada kenaikan harga untuk kereta api Argo Parahyangan.

Di samping itu, di dalam kereta restorasi, KAI memfasilitasi penumpang yang hendak menjalankan ibadah sholat dengan menyiapkan mang musala yang lebar, dilengkapi dengan rak berisi sarung dan mukena serta cermin yang menempel di dinding. Pada kereta restorasi disediakan ruang makan yang makin luas sehingga mampu menampung 24 tempat duduk.

“Kami berharap rangkaian baru KA Argo Parahyangan ini sebagai salah satu alternatif moda transportasi yang nyaman dan tepat waktu bagi masyarakat yang bepergian pada rute Jakarta-Bandung dan sebaliknya. Fasilitas pada rangkaian KA baru tersebut terus kami tingkatkan untuk memenuhi harapan pengguna jasa KAI,” ujar Direktur Keselamatan dan Kemanan merangkap Direktur Komersial PT KAI (Persero) Apriyono Wedi Chresnanto.

Di sisi keselamatan dan keamanan, rangkaian kereta baru ini dilengkapi dengan dua buah CCTV dan dua buah tangga yang menempel di masing-masing kereta/gerbong untuk pijakan keluar kereta jika diperlukan dalam kondisi darurat. Selain itu, di lantai kereta juga disematkan jalur evakuasi yang bisa diperlukan dalam kondisi gelap. Sementara itu, smoke detector telah terpasang di ruang restorasi. Jadi apabila ada seseorang yang merokok di sana, otomatis alarm akan berbunyi.