BUANAJABAR.COM, PANDEGLANG – Tansportasi kendaraan umum diselatan banten minim. Para pelajar terkadang pake aksi ini nekat naik diatas kap kendaraan umum. ironisnya, hal ini sudah dianggap biasa. Terlihat setiapa berangkat maupun pulang sekolah.
“Tentu, Awalnya ada rasa takut. namun apa boleh buat. kami nekad. yang penting kami bisa berangkat kesekolah untuk mengikuti mata pelajar.’ kata Ningsih siswi kelas 10 jurusan IPA. Aliayah cibaliung Kabupaten pandeglang pada buanajabar.com Sabtu (19/11/16).
Cukup beralasan memang Jika banyak anak-anak sekolah terpaksa mengambil langkah untuk naik diatas kap. Sebab sudah menunggu sekian lama kendaraan berikutnya belum tentu cepat datang.
Hal senada juga dikatakan Firman salah satu orang tua siswa asal desa cimanggu kepada awak. Menurutnya, Itu adalah salah satu bukti bahwa daerahnya belum sepenuhnya sejahtera. ahkan, untuk berangkat mencari ilmu saja mereka harus bertaruh nyawa dengan menaiki kendaraan seperti itu.
“Saya juga mengalami hal yang sama, saat sekolah dulu. Ini Karena minimnya jumlah kendaraan yang berangkat dipagi hari. Sementara, yang menggunakan angkutan tersebut berebut satu sama lain. Akhirnya ngagayot dina lawang. (Bergantungan di pintu red) Ini juga merupakan bukti bahwa belum meratanya pembangunan di wilayah kami.” Imbuh Firman.
Prihal yang Sam juga diisyaratkan Yayat kepala desa cimanggu. Kepada awak media membenarkan bahwa kendaraan umum didaerahnya sangat minim. karnanya banyak para siswa terpaksa naik atap mobil angkutan umum.
“Cukup beralasan akibat kurangnya sarana prasarana transfotasi disini. Para siswa harus rela menunggu kendaraan hingga berjam-jam. dan ironisnya lagi, di saat kendaraan umun tiba penumpangnya penuh. terpaksa para pelajar asal kecamatan sumur. Kecamatan cimanggu, juga kecamatan cibaliung harus rela naik diatas kap mobil yang penuh resiko dan berbahaya. Harapan saya. Mudah-mudahan pemerintah baik dari tingkat kabupaten hingga pusat dapat melirik kembali dan meninjau langsung kelapangan. Sehingga tunas -tunas muda harapan bangsa ini khususnya diselatan banten. dapat menikmati pembangunan. Dan memberikan rasa aman dan nyaman menuju dunia pendidikannya.”tukasnya










