Irna Minta Data Korban Bencana Gempa Bumi Selesai Dalam Waktu Singkat

11.067 dibaca
Bupati Pandeglang Irna Narulita saat memimpin rapat koordinasi penanganan pasca Gempa Bumi yang terjadi pekan lalu.

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten Pandeglang menggelar rapat kordinasi penanganan pasca Gempa Bumi, rapat dipimpin langsung Bupati Pandeglang Irna Narulita beserta Sekretaris Daerah Pery Hasanudin. Hal ini dilakukan untuk mendata seluruh korban bencana yang terjadi akibat adanya Gempa dengan kekuatan 6,9 Magnitudo beberapa hari lalu, Rabu 7 Agustus 2019 di Pendopo Pandeglang.

Advertisement

Irna meminta, data yang dihimpun dari 29 Kecamatan yang terdampak bencana harus terverifikasi dengan baik dan benar.

“Data ini harus by name by addres, juga harus disesuaikan dengan nomer induk kependudukan sehingga dapat dipertanggung jawabkan, maka saya minta data yang akurat dan benar terverifikasi” kata Bupati Irna Naruli saat pimpin rapat dengan para camat.

Irna juga berharap, klasifikasi kerusakan juga harus menjadi perhatian agar tidak salah dalam pengelompokan.

“Tolak ukur Rusak Ringan (RR), Rusak Sedang (RS) dan Rusak Berat (RB) harus jelas agar tidak salah. Karena ini akan menjadi acuan dalam pengajuan ke Provinsi Banten dan BNPB” ujarnya.

Masih kata Irna, setelah nanti data sementara terverefikasi denga jelas, kemudian di klasivikasi jenis kerusakan, maka Pemkab turun langsung mendata ulang, agar tidak salah sasaran dan tepat sasaran kepada korban.

“Setelah data sementara ini terhimpun, tim verifikasi dari Kabupaten harus segera turun ke lapangan, sehingga minggu depan sudah di plenokan sebelum tanggal 17 agustus. Jika sudah pleno kita segera ajukan ke BNPB untuk yang rusak berat,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandelang Deni Kurnia mengatakan, penghimpunan data sementara berdasarkan laporan dari 29 Kecamatan kurang lebih sebanyak 680 rumah yang terdampak.

“RR sebanyak 392, RS sebanyak 153 dan RB sebanyak 135,” kata Deni

“data ini sipatnya sementara karena akan dilakukan verifikasi oleh tim yang turun langsung ke 29 Kecamatan. Dalam acara rapat kordinasi ini kita menyamakan pemahaman akan klasifikasi RR, RS, dan RB, karena dikhawatirkan masih ada laporan lagi, data Ini menjadi bahan rehabilitasi rekontruksi,”tuturnya.

Dikatakan Deni, dirinya memastikan kelengkapan data ini harus selesai selama 4 hari kedepan sebelum di plenokan.

“Besok tim verifikasi akan rapat dengan sekda, kita akan turun ke lapangan untuk memastika kelengkapan data korban gempa di 29 Kecamatan,” tutupnya.

Dari 35 Kecamatan di Pandeglang hanya 6 Kecamatan yang tidak ada korban bencana saat terjadi gempa, diantaranya Kecamatan Menes, Pandeglang, Cimanuk, Majasari, Cadasari, dan Karangtanjung.