BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan. Memasuki hari ketujuh pencarian, Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah daerah dan pihak keluarga sepakat memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Operasi SAR Pencarian dan Pertolongan Wilayah Pandeglang di Laut Selat Sunda, yang berlangsung di Posko SAR Cafe Beach Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin 14 September 2026.
Rapat tersebut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Banten Al Amrad, Dirpolair Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, Danlanal Banten Letkol Laut Wawan Subagyo Mardani, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Fajar Aulia Futra, serta Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten.
Dalam rapat evaluasi tersebut, seluruh unsur yang terlibat memaparkan perkembangan operasi pencarian sekaligus mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses pencarian berlangsung.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, setelah operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari, proses SAR masih dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk berdasarkan permintaan pihak keluarga maupun pemerintah daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami meminta agar koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus dilakukan. Operasi ini tetap harus berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, tetapi ikhtiar dan evaluasi harus terus dimaksimalkan,” kata Andra Soni.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten akan terus mendorong seluruh unsur yang terlibat agar pencarian dilakukan secara optimal. Menurutnya, kehadiran keluarga dalam rapat evaluasi menjadi bagian penting dalam menentukan langkah selanjutnya.
Andra juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan moral kepada keluarga delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Kita sama-sama memberikan penguatan kepada keluarga. Berikan dorongan moral dan semangat agar operasi ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyampaikan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan bersama pihak keluarga, pemerintah daerah memutuskan untuk memperpanjang masa pencarian selama tiga hari.
“Berdasarkan kesepakatan dengan pihak keluarga, pemerintah daerah memperpanjang masa pencarian selama tiga hari. Kita akan terus berikhtiar dan selalu mendoakan agar kedelapan orang ini segera ditemukan,” ungkap Raden Dewi Setiani.
Bupati berharap proses pencarian yang kembali diperpanjang tersebut dapat membuahkan hasil dan memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menunggu kabar tentang keberadaan orang-orang yang mereka cintai.
“Semoga keluarga selalu diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menjalani proses pencarian ini. Kita terus berikhtiar dan berdoa, mudah-mudahan seluruh upaya yang dilakukan membuahkan hasil dan mereka segera ditemukan,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menjelaskan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan pencarian melalui sejumlah sektor, baik menggunakan kapal maupun melalui udara.
Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan operasi. Kabut tebal dan jarak pandang yang terbatas membuat pencarian melalui udara tidak dapat dilakukan secara maksimal.
“Cuaca sangat memengaruhi pencarian, utamanya karena kabut. Saat helikopter diterbangkan, jarak pandang hanya sekitar 500 feet. Kondisi tersebut menyebabkan penerbangan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan dan harus kembali,” jelas Al Amrad.
Meski menghadapi kendala cuaca, Al Amrad memastikan tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian selama masa perpanjangan operasi.
“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin. Mohon doa dari semuanya, semoga pencarian ini segera membuahkan hasil,” katanya.
Dengan diperpanjangnya operasi SAR selama tiga hari, harapan keluarga untuk mendapatkan kabar tentang keberadaan lima jurnalis dan tiga ABK tersebut masih terus dijaga. Seluruh unsur SAR gabungan pun berkomitmen melanjutkan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Doa, ikhtiar, dan harapan masih terus menyertai pencarian delapan orang yang hingga kini belum ditemukan di perairan Selat Sunda.








