Jalur Kereta Api Pangrango Bogor-Sukabumi Sudah Beroperasi Kembali

21.658 dibaca
Caption: KA Pangrango (Sukabumi-Bogor) berhenti di Stasiun Maseng dan hendak menuju Stasiun Bogor. KA Pangrango mulai beroperasi normal per hari Selasa, 20 Februari 2018.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR -Jalur Kereta Api (KA) Pangrango Bogor – Sukabumi mulai beroperasi secara normal per hari Selasa 20 Februari 2018. Hal ini menyusul rampungnya perbaikan rel KA yang menggantung akibat longsor tepatnya di KM 13+8/9, Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Advertisement

Dioperasikannya kembali jalur KA Bogor-Sukabumi ini dipantau langsung jajaran Anggota Komisi V DPR RI dan Kepala Daop 1 Jakarta PT KAI, Dadan Rusdiansyah.

Kurang lebih dua pekan KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi berhenti beroperasi akibat bencana longsor yang terjadi pada 5 Februari 2018. Selama itu pula, setiap hari, selama 24 jam penanggulangan, penanganan, dan perbaikan dilakukan bersama-sama antara DJKA dengan PT KAI (Persero).

“Meskipun terkendala cuaca yang kurang bersahabat, namun usaha perbaikan tetap terus dilakukan, sehingga target pengerjaan selesai pada 14 Febuari 2018 dapat tercapai. Dan, setelah dilakukan uji coba operasi menggunakan lokomotif, diperiksa dan diuji kelayakan oleh Direktorat Keselamatan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, jalur Bogor-Sukabumi dinyatakan aman dan sudah bisa dilalui untuk perjalanan KA. Ini artinya, KA Pangrango relasi Bogor -Sukabumi sudah mulai beroperasi pada 20 Februari 2018,” ujar Dadan Rudiansyah.

Dadan menjelaskan, konstruksi rel KA yang diperbaiki kini sudah baik dan bisa dilintasi secara permanen. Ke depan akan diperkuat lagi termasuk penguatan pinggirannya rel.

Pantauan di Stasiun Maseng, hari pertama beroperasi pascalongsor KA Pangrango masih sepi penumpang. Dalam kondisi normal, dalam satu kali lintasan terdapat sekitar 474 penumpang, dan bila dikali 6 dalam sehari, volume penumpang KA Pangrango sekitar 2.844 orang. Ditambah lagi dengan kereta barang dua kali lintasan dalam sehari, yakni mengangkut produk air minum kemasan dan semen.

Editor: NA