BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Masih dalam rangka monitoring pembangunan di wilayah Garut Selatan, Bupati Garut H Rudy Gunawan beserta rombongan meninjau pembangunan jembatan yang ada di desa Gunamekar kecamatan Bungbulang dan rekontruksi jalan di desa Tegalgede kecamatan Pakenjeng. Senin 14 Agustus 2023.
Ada dua hal yang ditemukan oleh Bupati Garut dalam kunjungan kali ini, pertama Bupati merasa puas atas pelaksanaan pembangunan jembatan yang nantinya akan memangkas jarak tempuh warga Gunamekar menuju kota kecamatan Bungbulang, yang kedua Bupati Rudy Gunawan kecewa dengan material yang digunakan oleh pelaksana proyek jalan di desa Tegalgede, dimana ditemukan material pasir yang bercampur tanah.
Bupati mengatakan, jembatan Cirompang merupakan akses jalan menuju kota kecamatan Bungbulang, dimana sebelumnya jembatan ini sudah cukup lama ada.
” Dulu saat kunjungan satu tahun yang lalu , saya menemukan jembatan yang begitu rusak, jembatan ini, jembatan Cirompang yang menghubungkan desa Gunamekar dengan Bungbulang, sekarang ini mereka harus berkeliling dulu sekitar 7 Km, padahal ini ke pasar Bungbulang ini sangat dekat, Alhamdulillah kita bisa perbaiki jembatan ini yang nanti bisa diakses mobil” kata Bupati Garut.
Lanjut Rudy, melihat kontruksi bangunan saat ini, dirinya menganggap cukup bagus, dengan kualitas besi dan pasir yang bisa di lihat sangat baik.
” Nanti masyarakat bisa pakai mobil kesini, kita bisa mempunyai jalan penghubung antara Bungbulang dan Gunamekar, karena selain ada pembangunan jembatan, jalan pun akan kita perlebar” lanjutnya.
Selanjutnya kata Rudy, untuk pembangunan jalan desa yang ada di desa Tegalgede kecamatan Pakenjeng, dirinya menemukan material yang tidak layak untuk digunakan.
” Ya kita obyektif yah, kalau bagus ya kita bilang bagus, kalau tidak bagus ya kita bilang tidak bagus, ini supaya masyarakat bisa punya keberanian, BPD tokoh – tokoh pemuda, kalau materialnya seperti ini tanah, ini di tolak saja ” tegas Rudy.
Tapi, sambungnya, jangan khawatir meskipun ini bantuan keuangan provinsi yang nilainya Rp 4,5 Milyar, tetapi sebelum mendapat kepastian bahwa kualitasnya adalah bagus pihaknya tidak akan menandatangani permohonan.
” Itu lah kesepakatan kami dengan konsultan dan KPK, kalau kualitasnya tidak bagus saya tidak akan tandatangani pengajuan permohonan, silahkan sama siapa” tuturnya.
Bupati berharap, kepada konsultan pengawas untuk mempunyai ketegasan, Pemkab ini tidak minta macam – macam hanya minta keadilan saja, bahwa kalau pengusaha berani menawar dia harus bertanggungjawab dengan bestek yang sudah ada .
” Saya mengimbau kepada masyarakat, sekarang ini harus peduli terhadap barang yang akan kita pakai setiap hari, kita jangan mau dibodohin oleh oknum – oknum pemborong, pemborong yang baik kita apresiasi, pemborong yang tidak bagus kaya gini yah seenaknya aja kita koreksi, awas yah orang Pakenjeng orang – orang terhormat” tandas Rudy Gunawan.










