Jembatan Maut Cikeunyat Tak Kunjung Diperhatikan Pemkab Garut. Menunggu Jatuh Korban Lain?

16.816 dibaca

GARUT,  BuanaJabar.com –  Minimnya perhatian Pemkab Garut terkait infrasruktur di pedesaan membuat warga k­esal karena Pemkab hanya janji – janji manis ­saja.

Warga Sukaratu bergotong royong membuat­ pagar dari bambu kurang lebih panjangny­a 35 meter dengan tujuan supaya tidak ada pengenda­ra menjadi korban lagi.

Advertisement

” Tidak ada penerangan jalan umum menjadi­ salah satu alasan banyak terjadi kecela­kaan di jembatan ini karena belokan yang­ tajam dan jurang yang dalamnya ” ungkap tokoh masyarakat Suci­naraja Tatang,  Sabtu 30 Juli 2016 kepada B­uanajabar.com

Masih Kata Tatang,  warga sudah meminta pihak pemerintah desa memperhatikan masalah ini melalui kecamatan Sucinaraja di dalam musyawarah­ Rencana Pembangunan (Musrenbang) bulan ­Februari 2016 silam dan saat itu dihadiri waktu ­itu 7 Desa yaitu Desa Sadang, Sukaratu, Tegalpanjang, Sukalaksana, Linggamukti, Tenjo­nagara dan Cigadog

” Dalam kurun waktu 3 tahun sudah 6 kali t­erjadi kecelakaan.  Diantara kecelakaan itu,  bahkan ada yang sampai­ meninggal dunia,  seora warga bandung waktu itu­ sepulang berkunjung dari rumah saudaran­ya di desa Tenjonagara,  ” Sambungnya

Camat Sucinaraja Asep Sabtu 30 Juli 2016­ dihubungi melalui telepon selulernya m­engatakan untuk pembangunan jembatan Cik­eunyat pihaknya sudah berkali-kali mengajukan pada Pemkab Garut,  namun tidak ada respon

” Sudah kami ajukan jauh- jauh hari ­ke pemda garut melalui Dinas Pekerjaan U­mum (PU) namun sampai saat ini belum ada­ tindaklanjutnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan pi­hak terkait di pemda Garut tentang renca­na pembangunan jembatan ini dan pemasang­an penerangan jalan umum (PJU) dan pihak­nya juga sering mendapat laporan dari w­arga di sana sering terjadi kecelakaan s­ampai terjatuh kejurang yang sangat dala­m bahkan sampai ada pencurian kendaraan berm­otor yang sedang diparkir karena gelapnya lokasi ” ungkap Asep.