BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Dinas Pendidikan kabupaten Garut terus gencar mensosialisasikan program Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ) dan Enam gerakan besar yang dicanangkan Dinas Pendidikan.
Disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Cecep Firmansyah, Manajemen Berbasis Sekolah adalah sebuah strategi dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah yang sudah terbukti dan dapat dirasakan manfaatnya dalam mengangkat dan mengungkit kinerja sekolah.
” Namun diakui tidak ada kata sempurna, MBS harus terus didorong, digairahkan, dan dioptimalkan sehingga bisa menciptakan iklim kerja sekolah yang sehat” Papar Cecep Firmansyah saat mensosialisasikan MBS di SMPN 4 Malangbong, Jumat 11 Oktober 2019.
Masih kata Cecep, sejalan dengan MBS, Disdik Kabupaten Garut juga tengah gencar mencanangkan enam Gerakan Besar, diantaranya *Gerakan Riksa Sakola* yang mulai dilaksanakan pada bulan September 2019.
” Khusus untuk jenjang SMP Gerakan Riksa Sakola dilaksanakan di 8 SMP yang mewakili 8 rayon, kedelapan SMP tersebut yakni, SMPN 2 Karangpawitan, SMPN 3 Tarogong Kidul, SMPN 1 Karangtengah, SMPN 2 Leles, SMPN 4 Malangbong, SMPN 3 Bayongbong, SMPN 1 Bungbulang dan SMPN 2 Pameungpeuk” terangnya.
Sambung Cecep, dari program – program tersebut sedikit demi sedikit dapat dilihat dan dirasakan perkembangan yang baik di sekolah.
” Hasil yang diperoleh, Alhamdulillah dapat dirasakan besar manfaatnya dalam meningkatkan kesadaran para siswa, guru-guru, staf TU, komite sekolah dan orang tua dalam merawat, menjaga, dan memelihara kelas serta sekolah” ujar Kabid SMP.
Cecep mengatakan, saat ini Disdik Garut mengembangkan semangat disekolah yang disebut ” Kelasku Istanaku ” , ” Sampah dan debu musuhku “.
” Kedepan setiap warga sekolah diharapkan memiliki kesadaran yang tinggi untuk membersihkan kelas dan sekolah dari sampah dan debu. Selama kegiatan berlangsung respon para stakeholder begitu tinggi , mereka antusias melaksanakan kegiatan Gerakan Riksa Sakola ini, pada umumnya sekolah memiliki inovasi untuk melanjutkan gerakan ini menjadi sebuah kebiasaan yang mengedukasi para siswa” tutur Cecep.
Sementara itu ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidika Garut, mengapresiasi sosialisasi yang dilaksanakan oleh Kepala Bidang SMP beserta jajarannya, ada beberapa program disamping Gerakan Riksa Sakola, disana Disdik Garut menekankan juga sosialisasi Pendidikan Berbasis Agama.
” Hal ini bertujuan meningkatkan iman dan taqwa para siswa melalui pembelajaran Menulis, Membaca dan menghapal Al Qur’an, untuk menunjang kegiatan tersebut telah diwakapkan mushaf khatam menulis Al Qur’an.Tema yang diangkat dalam kegiatan Pendidikan Berbasis Agama ini adalah Giat Sholat Belajar Dahsyat dan Rajin Ngaji Prestasi Melejit ” jelasnya.
Kadisdik Totong berharap, tindak lanjut kedua kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan yang dilaksanakan di seluruh SMP se-Kabupaten Garut.
” Hal yang sangat menggembirakan adalah banyak SMP meminta untuk dilakukan lounching Gerakan Riksa Sakola dan Pendidikan Berbasis Agama dilaksanakan di sekolahnya” pungkasnya.










