
BUANAINDONESIA.CO.ID, CIMAHI- Ratusan altet pencak silat se-Jawa Barat mengikuti event pencak silat Kapolres Cimahi Cup (KCC) yang digelar di GOR Koni Cimahi, di jalan Sangkuriang, Cimahi. Event perdana yang digelar ini berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal19 sampai 21 januari 2018 mendatang. Sebanyak 600 perserta se-Jawa Barat mengikuti perlombaan tersebut, dengan 300 jumlah pertandingan.
Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengungkapkan event pencak silat ini diharapkan bisa menjadi media untuk mencari bibit-bibit atlet silat terbaik. Nantinya, bibit-bibit pencak silat potensial ini akan dibina secara berkelanjutan untuk diikutsertakan pada berbagai event, baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

“Melalui event ini juga diharapkan dapat mempopulerkan kembali pencak silat sebagai budaya asli Indonesia yang harus di lestarikan. Diharapkan, event ini akan memunculkan para atlet-atlet pencak silat masa depan, yang berjiwa nasionalisme dan cinta budaya,” ungkap Rusdy Pramana Suryanagara.
Dalam event ini, para atlet memperebutkan Piala Kapolres Cimahi, uang pembinaan, dan sertifikat. Tema yang diusung dalam event ini adalah: Pencak Silat Sejati Anti Tawuran. Para peserta juga diproyeksikan mendukung Polri dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Nasional (Kamtibmas).
“Setiap anggota Polri wajib memiliki ilmu beladiri, kami pun mendukung bagi anggota Polri yang ingin melestarikan budaya asli pencak silat. Salah satu anggota kami yang mengembangkan ilmu beladiri di antaranya; IPTU Devi Puspasari dari Polsek Cimahi, serta IPDA Dadang Hermawan Kanit Obvit dari Polres Cimahi, yang sudah mengikuti berbagai kejuaraan.” pungkas Rusdy Pramana Suryanagara.
Editor: NA










