BANTEN, BuanaJabar.com – Dalam pembahasan sosialisasi latihan menulis pemberitaan liputan terorisme, wartawan harus bisa menyuguhkan berita yang aktual dan faktual, bahkan wartawan juga harus bisa membuat berita yang membuat penasaran bagi pembaca, hal ini di ungkapkan oleh narasumber, Agus sasradirja, Dewan kehormatan PWI Banten, dalam acara Karya Latih Wartawan (KWL) yang dilaksanakan PWI Banten Rabu, 24 Agustus 2016.
“Salah satu contoh liputan langsung oleh media elektronik, ketika pengerebegan teroris yang langsung disiarkan oleh media elektronik, para teroris bukannya berhenti malah lebih gencar melakukan perlawanan, ini jelas akan menimbulkan korban dari pihak aparat, maka kita sebagai jurnalis harus lebih hati-hati dan bisa membedakan dalam peliputan,” ucapnya,
Salah seorang perserta Karya Latih Wartawan, Iman Faturohman, mengatakan acara yang di laksanakan oleh PWI Banten ini sangat bermanfaat baginya, Iman merasa sebagai jurnalis, dirinya dapat lebih mengetahui dan memahami tentang tata cara peliputan,
“Pada dasarnya, kami sebagai jurnalis yang setiap hari dilapangan, sehingga pada acara seperti ini, kami dapat pencerahan dari para narasumber, yang memberikan tambahan pengetahuan, dan ini juga untuk melangkah sebagai anggota PWI, mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus di laksanakan oleh pengurus PWI, untuk melaksanakan pelatihan dan pencerahan terhadap kami wartawan,” kata Iman.










