Kasus Buang Bayi Pandeglang, Polisi Kejar Dukun

2.125 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG  – Kasus pembuangan Janin bayi yang tak berdosa, menjadikan MTR dan HRZ dua orang remaja yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah kejuruan menjadi tersangka. Kini polisi masih mengejar dukun beranak yang membantu mengugurkan bayi malang kedua tersangka.

” Tersangka MTR mendatangi dukun pijat atas saran dari pacarnya HZ, kemudian MRT dipijat sama dukun dan di beri obat, Setelah dari rumah dukun kemudian esok harinya tersangka mengeluh sakit hingga menyebabkan bayi dalam kandungannya keguguran ” kata Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto, Selasa 3 Desember 2019.

Masih kata Kapolres, hasil informasi yang dapat dihimpun, dukun tersebut mematok harga untuk pengguran atau memijat kandungan dengan nila 4 juta rupiah, sehingga pacar tersangka MRT yaitu HZ mengeluh karena tarif yang terlalu mahal. Singkat cerita tarif disepakati Rp 3,5 juta.

” Hasil dari transaksi dan menjadi nilaianya 3,5 juta maka tersangka MRT dipijat dan diberikan obat oleh dukun, sehingga esokan harinya terjadi keguguran dan janinya di buang oleh tersangka MTR ” Kata Sofwan

Masih kata AKBP Sofwan, sekarang ini  kepolisian  masih melakukan pengejaran terhadap sang dukun untuk dimintai keterangan terkait kasus ini.

“ Sang Dukun masih belum diketahui keberadaannya, tapi kami akan terus mengejarnya, sampai Dukun ini bisa kita mintai keterangan, siapa tahu bukan sajah hanya tersangka MTR yang melakukan pengguguran, mungkin saja ada praktek aborsi, tap kita juga baru menuduga duga, nanti kalau sang dukun sudah kita dapatkan baru akan terkuak tabir semua ini ” pungkasnya.