Dalam Waktu Singkat Polres Pandeglang Tetapkan Kedua Tersangka Pembuang Bayi

2.873 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG  РSatuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang dalam waktu singkat berhasil ungkap identitas tersangka pembuang jasad bayi yang ditemukan di Kampung Kahuripan RT 01 RW 04 Desa Sukadame Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kedua tersangka diketahui masih dibawah umur dan Bayi tersebut hasil dari hubungan gelap kedua tersangka, Kedua tersangka berinisial MRT (16) yang diketahui merupakan ibu dari sang bayi, sedangkan AZ (16) merupakan Bapak dari bayi tersebut. Keduanya diketahui masih bersetatus sebagai pelajar. Selasa 3 Desember 2019

Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya telah berhasil menghimpun keterangan dari seorang bidan setempat yang diperkuat dengan beberapa barang bukti, pertama Pakaian dan Handepone yang di gunakan Tersangka MRT kedua Handepone milik tersangka AZ. Dengan dua alat bukti tersebut Kemudian disesuakan dengan keterangan saksi bidan ini kesesuaian

” dari hasil keterangan saksi dan percakapan antara MRT dan HZ yang ada di Handepone sehingga kita bisa menetapkan keduanya menjadi tersangka, anatara MRT dan HZ ini adalah merupakan sepasang kekasih ” Papar Kapolres saat menggelar perss conference di Geduang sementara Mapolres Pandeglang.

Lanjut Sofwan, Saksi ada 4 orang,didukung Dua alat bukti dan hasil visum, dari hasil visum menerangkan ada luka robek dikemaluan MRT, sehingga menguatkan kita untuk menetapkan kedua pelaku tersebut sebagai tersangka.

” dengan hasil inpestigasi dan keterangan parasaksi serata pengumpulan alat bukti, lengkap sudah semuanya, kita masih mengejar Dukun yang mempasilitasi penguguran kandungan tersangka yang sekarang masih dalam pengejaran, kita akan kembangkan jangan-jangan ada praktek aborsi yang di lakukan oleh Dukun yang identitasnya sudah kita ketahui, sementara kedua tersangka kita tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur dan bersetatus pelajar Sekolah Menengah Kejuruan ” Ungkapnya.

Kapolres juga menjelaskan, akibat perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan pasal 76 C jo pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014, tentang Perlindungan anak.

“Pasal yang disangkakan pasal 76 C jo pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara ” Pungkasnya.