Kebakaran TPA Pasir Bajing Berangsur Terkendali, DLH Garut Bersiap Angkut Sampah yang Menumpuk

323 dibaca

BUANAINDINESIA.CO.ID, GARUT  – Pemerintah Kabupaten Garut mulai menyiapkan langkah pemulihan kebersihan lingkungan menyusul perkembangan penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi. Proses pemadaman dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen, dengan kobaran api di permukaan tumpukan sampah berhasil dikendalikan.

Advertisement

Meski demikian, petugas gabungan masih melakukan penanganan terhadap sisa bara yang berada di bagian dalam tumpukan sampah. Upaya ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api setelah kebakaran utama berhasil dipadamkan.

Perkembangan tersebut dibahas dalam rapat evaluasi masa tanggap darurat kebakaran TPA Pasir Bajing yang diselenggarakan Pemkab Garut melalui Zoom Meeting, Sabtu (17/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mengevaluasi hasil penanganan sekaligus merumuskan tahapan tindak lanjut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulah, menyampaikan bahwa operasi di lokasi masih diarahkan pada penyelesaian proses pemadaman. Dalam struktur penanganan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut bertindak sebagai Komandan Pos.

Untuk menunjang kelancaran operasi, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran bagi kebutuhan logistik dan operasional instansi terkait. Dukungan tersebut mencakup BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), DLH, Disperindag ESDM, serta Dinas Sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menjelaskan bahwa upaya pemadaman yang berlangsung selama kurang lebih satu pekan telah menunjukkan hasil berarti. Kobaran api besar di permukaan kini telah padam, tetapi bara di lapisan bawah masih menjadi perhatian petugas.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan khusus karena bara yang tertimbun sampah berpotensi memunculkan asap dan titik api baru apabila belum sepenuhnya padam.

Petugas gabungan pun melakukan penyuntikan air ke sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap. Proses tersebut dilaksanakan secara intensif pada siang dan malam hari untuk menjangkau sumber panas di bagian dalam tumpukan sampah.

“Penanganan tahap pertama dilakukan dengan menghilangkan kobaran api dan asap di permukaan. Saat ini masih ada sisa titik api atau asap yang muncul dari bara di bagian bawah tumpukan sampah,” jelas Usep.

Setelah operasi pemadaman utama, petugas akan melanjutkan patroli pengawasan selama 10 hari. Tahap berikutnya, pemantauan rutin akan dilakukan oleh DLH Kabupaten Garut guna memastikan kondisi TPA tetap terkendali dan mengantisipasi potensi kebakaran susulan.

Usep menegaskan, capaian penanganan yang telah mencapai sekitar 90 persen merupakan hasil kerja sama berbagai unsur, mulai dari Damkar, Kodim 0611/Garut, Brimob, Polres Garut, BPBD, Tagana, PMI, hingga Satpol PP.

Ia berharap sisa proses pemadaman dapat dituntaskan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga kawasan TPA Pasir Bajing dapat kembali berada dalam kondisi aman.

Di sisi lain, Pemkab Garut mulai mengarahkan perhatian pada pemulihan pelayanan kebersihan yang terdampak selama penanganan kebakaran berlangsung.

Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, menyatakan pihaknya akan mulai mengangkut sampah yang menumpuk di sejumlah pasar. Pembersihan kawasan perkotaan juga akan dilakukan secara bertahap untuk mengurangi penumpukan sampah dan mengembalikan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat normalisasi pelayanan kebersihan, sembari proses penanganan sisa bara dan pengawasan di TPA Pasir Bajing tetap berjalan.

Pemkab Garut kini menghadapi dua pekerjaan yang berjalan beriringan, yakni memastikan kebakaran benar-benar tertangani dan memulihkan pengangkutan sampah agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.