Beberapa perwakilan petani Garut dari empat kecamatan, yaitu Kecamatan Wanaraja, Sucinaraja, Sukawening dan Pangatikan. Hadir pada acara Saresehan Kelompok Tani Bersama Raden Marlan Centre (RMC), Minggu 7 Agustus 2016 pukul 13.00 WIB siang tadi.
“Mengatasi Kehilangan Waktu Dalam Usaha Tani Padi Sawah (Oriza Sativa)” menjadi tema utama dalam acara saresehan ini, pertanyaan demi pertanyaan dan keluhan pun muncul dari para petani yang hadir.
Salahsatu yang menjadi pokok pembicaraan adalah cara penanganan hama yang senantiasa menyerang lahan dan merusak tanaman milik petani, mencari solusi bagaimana permasalahan petani bisa diselesaikan terkait pembasmian hama, terutama hama tikus yang selalu menyerang tamaman padi milik mereka.
Para petani ini pun saling berbagi ilmu dan pengalamannya, tentang cara pembasmian hama tikus ini, berbagai cara dan metode pun keluar dari mulut mereka, baik pembasmian secara tradisional maupun memakai bahan kimia seperti penyemprotan dengan menggunakan pestisida.
Kepada buanajabar.com, Endang (45) seorang petani asal kecamatan Sucinaraja mengungkapkan, permasalahan tak hanya pada cara penggarapan dan penanganan hama saja, namun petani juga harus bisa bertahan dan mempertahankan lahannya sendiri, karena seiring perkembangan ekonomi dan industri banyak mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian, yang berubah menjadi kawasan industri dan perumahan.










