Kesal Tak Di Gubris Bupati, Tokoh Garut Utara Surati Gubernur

21.568 dibaca

GARUT, BuanaIndonesia.com – Terkait rencana pembangunan kawasan industri, tokoh Garut Utara surati Gubernur Jawa Barat. Isi surat tersebut adalah penolakan tokoh Garut utara terhadap kawasan industri yang didirikan di lahan pertanian produktif .

Ketua Paguyuban Masyarakat Garut Utara ( PM Gatra ), Holil Aksan Umarzen mengatakan besok, senin ( 22/02 ) akan mendatangi Gubernur dan mengirimkan surat pernyataan bersama yang berisi penolakan pembangunan kawasan industri dan ditandatangani para tokoh Garut utara.

Advertisement

” Besok akan kita kirimkan ” Kata Holil.

Lebih lanjut Holil mengatakan surat ini telah dirapatkan sejumlah tokoh limbangan.

” Hari ini rapat konsultasi Pengurus PM Gatra dengan Dewan Pembina Bpk Prof DR KH Adang Hambali dan Dewan Penasehat KH Usep Romli Abdul Hamid, terkait pertemuan Bupati Garut pada hari senin tgl 15 Februari 2016 dengan sejumlah tokoh dan berbagai elemen nasyarakat Garut utara tanpa mengundang pihak PM Gatra yg selama ini terus menyuarakan penolakan terhadap pembangunan pabrik di limbangan dan sepanjang jalan nasional dan lahan hijau diseluruh wilayah Garut utara” Kata Holil

Holil juga berharap gunernur Jawa Barat dapat mengambil sikap atas ke arogansian bupati Garut yang tidak mengakomodir semua masyarakat di Garut utara terkait kawasan industri Garut utara

Surat PM Gatra Untuk Gubernur Jawa Barat

” Hasil konsultasi tersebut kami PM Gatra memutuskan untuk mengirim surat ke Gubenur Jabar dengan pernyataan sikap penolakan. Saya selaku ketua umum PM Gatra berharap bapak gubernur jabar dengan segala kearifan dan kewenangannya untuk menolak segala bentuk usulan terkait revisi RT RW di wilayah Garut Utara yang tengah diusulkan dan sedang dalam pembahasan Pemerintah provinsi Jawa Barat.” Harap Holil.

Sebelumnya pada senin (15/02) lalu, bupati Garut, Rudy Gunawan menggelar pertemuan dengan sejumlah orang dan beberapa elemen masyarakat di limbangan terkait pengembangan Garut utara menjadi kawasan industri. Pertemuan itu dinilai sepihak karena tidak mengundang seluruh tokoh Garut utara. Hal ini membuat geram sejumlah tokoh disana.

Editor : M.I