Ketua DPC Partai Idaman Garut Komentari Polemik Meme Pilkada Garut

10.926 dibaca
Ketua DPC Partai Idaman Garut, Rabu 25 April 2018 (BUANA INDONESIA NETWORK/Deden Solihin).


BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Menanggapi persoalan yang beberapa hari ini ramai diperbincangkan di medsos, tentang adanya meme yang diduga adanya ‘black campaign’ (kampanye hitam) dari pendukung paslon kepada salah satu paslon lain dalam Pilkada Bupati Garut. Yang mengakibatkan salah satu pengurus partai pendukung paslon, (YMA) dipanggil Panwaslu Kabupaten Garut.

Ketua DPC Idaman Garut, Aep Saepudin, dalam pandangannya bahwa, Kami selaku Partai Pendukung Paslon Nomor 1 Rudy-Helmi, mengharapkan kepada tim sukses masing-masing paslon bupati agar bisa melakukan kampanye secara sehat tidak perlu melakukan black campain, mari kita bersikap dewasa dalam menghadapi pilkada Garut, rambut boleh sama hitam tetapi pemikiran harus jernih. Dirinya menyadari dan yakin bahwa setiap paslon bupati ada kelebihannya dan pasti ada kekurangannya.

Advertisement

“Mari kita tonjolkan atau publikasikan kelebihannya (masing-masing paslon), sehingga masyarakat bisa menilainya yang positif, jangan menonjolkan kekurangannya apalagi melakukan ‘black campaign’ yang belum ada faktanya, itu kurang baik dan tidak mendidik kepada masyarakat sehingga suasana menjadi memanas dan akhirnya saling menjelekkan antara paslon satu dengan paslon yang lainnya,” paparnya saat ditemui di kediamannya, Kp. Salam 1, Cibatu-Garut.

Sebagai salah satu partai yang ikut mendukung Paslon No. 1, Aep mengharapkan kepada masing-masing tim sukses agar bisa menjadi penyejuk ketika adanya konflik atau perbedaan pendapat di lapangan. Jangan malah dikompori dengan kata-kata yang kasar, keras dan tidak sopan yang menyebabkan para pembaca menjadi emosi karena jagoannya di lecehkan, dihina dan di ‘bully’.

“Mari bersaing secara sehat, tawarkan visi misi dan program yang jelas kepada masyarakat, mana yang sudah berhasil dan mana yang belum berhasil jangan membuat meme yang tidak mendidik, apalagi dengan kata-kata yang kurang bagus di dengar/di bacanya. Ingat masyarakat sekarang sudah cerdas tidak mudah di pengaruhi dengan bully, meme atau poster tertentu yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Diakhir pembicaraan Aep menjelaskan bahwa Paslon Rudy-Helmi adalah Paslon Petahana, itu artinya mereka sudah berbuat sesuatu untuk Kabupaten Garut, bukti pembangunan banyak. Mulai dari puskesmas, infrastruktur jalan, kantor desa yang representatif, pembangunan ART Center bahkan di Era Rudy-Helmi AKPER resmi menjadi UNPAD di Kabupaten Garut.

“Ini harus menjadi kebanggaan warga garut punya Perguruan Tinggi Negeri. Kalaupun ada kekurangan harap maklum karena baru bekerja 3,5 tahun, tapi saya sangat yakin kalau Rudy-Helmi terpilih kembali maka Kab. Garut akan menjadi Kabupaten termaju dan IPM-nya akan masuk di rangking 10 besar di Jawa Barat,” pungkas Aep.