
BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA BANDUNG – Puluhan supir angkutan umum sudah mulai berdatangan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung untuk menggelar aksi damai untuk menuntut pemerintah segera menerapkan Peraturan Menteri Perhubungan 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Angkutan Umum Tidak dalam Trayek.
Dari pantauan Buanaindonesia network di lokasi, Selasa 8 Mei 2018 puluhan angkot yang didominasi jurusan Soreang – Kebon Kalapa itu mulai berdatangan sejak pukul 10.20 WIB. Begitu tiba para sopir angkot itu langsung berkumpul dan menyuarakan aksi.
Sambil bergiliran menyampaikan orasi, beberapa massa aksi tampak menampilkan aksi teatrikal. Sementara itu ratusan polisi sudah bersiaga di sekitaran Gedung Sate untuk penjagaan yang ketat agar tehindar dari aksi anarki.
Ketua DPW Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Kota Bogor Heri mengatakan, aksi damai tetap dilakukan oleh WAAT meskipun kemarin sudah ada kesepakatan pembatalan aksi mogok dari tanggal 8-11 Maret 2018. “Kita tetap melakukan aksi damai dan membawa sekitar 200 angkot untuk aksi,” katanya.

Untuk aksi mogok, ia menambahkan, sebagian sopir angkutan konvensional memang melakukannya seperti jurusan Soreang. Namun sebagian lagi tetap beroperasi seperti biasa. “Yang datang hari ini sebagian, perwakilan dari beberapa ketua DPW se-Jabar,” tambahnya.
Heri mengatakan, melalui aksi ini para pelaku transportasi konvensional meminta pemerintah tegas dalam menerapkan aturan Permenhub 108. Sebab hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama. Namun sampai saat ini implementasi tetap nihil meskipun sudah habis masa transisi. “Di sini kita menagih janji, ketegasan dan kejelasan dari pemerintah pusat dan daerah,” katanya.
Sementara Kapolrestabes Bandung Kombespol Hendro Pandowo mengatakan menerjunkan 2500 personil yang disiagakan saat aksi mogok para supir angkot 3 hari kedepan agar terhindar dari gesekan berkaca dari tahun lalu.
“Kami menyiagakan 2500 personil untuk penjagaan dan keamanan di setiap titik Kota Bandung untuk tiga hari ke depan,” kata hendro.










