Pentingnya Filtrasi Dan Edukasi Jurnalistik di Era Globalisasi

9.555 dibaca
Puluhan peserta pelatihan jurnalistik sedang serius mendengarkan materi pelatihan, Garut, Senin 23 April 2018 (BUANA INDONESIA NETWORK/Pitnijar Prasetya).


BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Buana Indonesia Network, Yayasan Wiranatakusumah bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persis Jawa Barat sambangi Kabupaten Garut gelar pelatihan jurnalistik, setelah sukses menggelar pelatihan yang sama di Sukabumi dan Cianjur, dengan menyasar kalangan organisasi Mahasiswa (Ormawa), pelajar dan pesantren, Senin, 23 April 2018.

Dalam pelatihan Jurnalistik kali ini, peserta disuguhkan dengan penayangan film dokumenter dibalik frekuensi, dengan harapan para peserta pelatihan dapat memahami bagaimana kondisi media massa di Indonesia. Selain itu, peserta diharap bisa menguasai ilmu jurnalistik, peserta juga dapat memahami serta dapat memahami dan menganalisa suatu isu.

Advertisement

Ketua PW Hima Persis Jawa Barat Alam Permana menjelaskan, bahwa untuk menjadi seorang Jurnalis adalah suatu kebutuhan, mengingat di era keterbukaan informasi, pelajar dan mahasiswa harus bisa mengfilter isu dan pemberitaan yang bermunculan dimedia sosial, bahkan diharapkan untuk bisa mengcounter isu-isu yang berbau Hoax.

“Di era keterbukaan ini kita harus cerdas dalam mencerna informasi, jangan sampai kita terhegemoni isu yang sedang viral tanpa tau kebenaran yang sesungguhnya, seorang jurnalis harus kembali pada fitrahnya yaitu kemanusiaan tanpa ada dasar kepentingan,” papar Alam

Sementara itu Muhamad Irfan dari  Buana Indonesia Network selaku pemateri dalam acara pelatihan Jurnalistik memaparkan,

“Setiap orang juga harus bisa menjadi seorang jurnalis dan minimal edukasi bagaimana ilmu jurnalistik agar bisa menganalisa pemberitaan secara benar, maka dari itu sangat penting untuk mempelajari ilmu jurnalistik agar tidak termakan isu-isu yang belum tentu pasti kebenarannya apalagi pemberitaan hoax,” ujar Irfan.

Irfan berharap, akan adanya pelatihan ini peserta dapat memahami dan membedakan mana informasi benar dan mana informasi hoax dan juga acara ini sebagai bentuk integritas Buana Indonesia Network dalam dunia media, yaitu menginformasikan dan memberikan pencerdasan kepada masyarakat agar tidak termakan pemberitaan Hoax.

“Mahasiswa dan pemuda muslim hari ini haruslah bisa cerdas, membaca isu yang menyebar disosial media, agar tidak dapat diadu domba oleh isu yang belum tentu benar, saya berharap dengan adanya pelatihan jurnalistik ini menjadi stimulus agar masyarakat pada umumnya dapat menyaring pemberitaan dan mengantisipasi apabila ada berita yang berbau Hoax,” tegas Irfan

Acara pelatihan jurnalistik ini selanjutnya akan dilaksanakan di Tasikmalaya sebagai kota ke 4 dan di Pangandaran sebagai kota terakhir pelatihan jurnalistik, serta disetiap akhir acara pelatihan diakhiri dengan Tabligh Akbar dengan mengusung tema berita Hoax.